Selasa 05 Dec 2023 22:39 WIB

Kolaborasi Dinilai Jadi Kunci Utama dalam Mitigasi dan Penanggulangan Bencana

Publik juga harus memahami bahwa risiko bencana

pameran Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia 2023 yang digelar di Hotel Fairmont Jakarta, Senin.
Foto: Istimewa
pameran Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia 2023 yang digelar di Hotel Fairmont Jakarta, Senin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolaborasi menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi serta melakukan penanggulangan bencana. Publik juga harus memahami bahwa risiko bencana bisa terjadi baik di tingkat daerah maupun nasional. "Hanya dengan bekerja sama sebagai satu kesatuan, kita bisa menciptakan kerjasama yang kuat," kata Dr. Mego Pinandito, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Mego Pinandito menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara pameran Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia 2023 yang digelar di Hotel Fairmont Jakarta, Senin.  Pameran EDRR Indonesia ini merupakan pameran internasional terbesar di Indonesia dalam bidang kebencanaan dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan terkait dengan kebencanaan.

Baca Juga

Marsda TNI Minggit Tribowo, Asops KASAU, menilai hadirnya EDRR Indonesia ini menjadi hal yang sangat penting. Menurut dia pameran ini menjadi tempat bagi berbagai pihak untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam rangka kegiatan mitigasi dan penanggulangan bencana. 

"Di sini terlihat jelas bagaimana kerjasama yang terwujud dalam upaya mengatasi berbagai risiko bencana. Salah satu contoh nyata adalah partisipasi aktif seluruh stakeholder terkait dalam menangani bencana, perlu adanya mitigasi dan latihan gabungan bersama dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi terjadinya bencana di Indonesia, apresiasi kepada EDRR Indonesia yang mampu melibatkan semua stakeholder untuk duduk bersama guna mendapatkan saran masukkan dalam penanganan kebencanaan," ujarnya.

Ainun Najib, penyusun standardisasi siaga dan latihan SAR, BNPP, mengatakan upaya untuk pengurangan risiko bencana menjadi sangat penting. "Bencana itu selalu berulang. Untuk itu, penting meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menangani bencana. Prinsip utamanya adalah menjauhkan bencana dari masyarakat sekaligus menjauhkan masyarakat dari bencana melalui langkah-langkah pencegahan dan peningkatan kesadaran akan resiko bencana," ujarnya.

Country Director Indonesia Government Relations, Stalino Saerang, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk post event dari kegiatan sebelumnya yang telah sukses digelar pada pada 19–21 Oktober 2023 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta. Ia mengatakan pertemuan kali ini menjadi forum komunikasi strategis dengan tujuan mendapatkan informasi, kritik, dan masukan para pemangku kepentingan terkait persoalan kebencanaan.

"Sebagai pameran internasional terbesar di Indonesia yang meliputi semua aspek darurat dimulai dari pencegahan, penanggulangan bencana dan penyelamatan serta rehabilitasi pasca kebencanaan, EDRR Indonesia adalah pameran yang terselenggara berkat hasil kerjasama antara Comexposium Pte. Ltd dari Singapura dan Huamao International yang berbasis di Shanghai dengan instansi dan organisasi lainnya di Indonesia," jelasnya.

Stalino menjelaskan acara temu pemangku kepentingan ini dihadiri perwakilan dari tiga matra TNI yakni TNI AD, TNI AL, TNI AU. Selanjutnya ada Polri, BNPB, BNPP (Basarnas), Direktorat Bela Negara Kemhan RI, BAKAMLA, BRIN, PSDKP KKP, BMKG, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Universitas, dan organisasi kemasyarakatan lainnya seperti Inti dan Yayasan Tzu Chi yang saling bersinergi dan berkolaborasi dalam penanggulangan bencana.

Managing Director at Comexposium Singapore and Director Asia Pacific Expo, Andrew Marriott, dalam sambutannya, berharap dapat membina kolaborasi yang lebih besar lagi dengan pemerintah Indonesia dalam EDRR Indonesia Expo yang direncanakan pada bulan Oktober 2024. "Pameran EDRR Indonesia di tahun 2024 berencana untuk membawa lebih banyak elemen keselamatan publik ke dalam pameran, dengan tujuan meningkatkan profil manajemen bencana dan keselamatan publik menjadi yang paling unggul di Indonesia," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement