Senin 04 Dec 2023 08:16 WIB

Kaesang Ingin Ada Debat Khusus untuk Lihat Kualitas Cawapres

Timnas AMIN menuding tim Prabowo-Gibran tak ingin debat, hanya paparkan visi-misi.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep usai menyampaikan konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (24/11/2023). Konferensi pers tersebut membahas tentang strategi pemenangan PSI dalam Pemilu 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep usai menyampaikan konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (24/11/2023). Konferensi pers tersebut membahas tentang strategi pemenangan PSI dalam Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menginginkan adanya debat calon wakil presiden dalam Pemilu 2024. Ia menginginkan masyarakat bisa melihat secara langsung kualitas seluruh calon wapres tersebut.

"Dari saya pribadi ingin ada debat calon wakil presiden tunggal. Kalau sekarang calon wakil presiden tetap didampingi oleh calon presidennya, tapi menurut saya agak sedikit kurang untuk melihat kualitasnya," katanya saat bertemu dengan para kader di Kediri, Jawa Timur, Ahad (3/12/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan, yang ada di KPU dan pemberitaan saat ini beranggapan bahwa calon itu dwi tunggal, jadi harus berpasangan. Padahal, akan lebih menarik jika ada debat tersendiri untuk calon wakil presiden.

"Kalau tunggal, bisa melihat langsung kualitas calon wakil presiden. Aura calon presidennya hilang, jadi aura calon wakil presiden kelihatan," kata dia.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menambahkan saat ini yang marak memang isu debat calon wakil presiden yang dibingkai atau framing seolah-olah hal itu ditiadakan untuk kepentingan Gibran Rakabuming Raka, yang maju menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

"Ketika isu ini beredar ada framing seolah-olah ditiadakan itu untuk kepentingan Gibran. Ini framing yang langsung dimainkan, padahal ini ada prosesnya, diskusi di antara KPU dan dengan pasangan semua calon," kata Grace.

Ia pun menambahkan, yang pertama kali meminta untuk ditiadakan adalah tim pasangan calon nomor urut 1. Menurut dia, hal itu ada minutes of meeting (catatan untuk melengkapi meeting).

"Yang pertama kali itu meminta justru (tim) pasangan calon nomor 1. Ada minutes of meeting-nya, ada di grup, karena kami cukup rajin mencatat. Jika teman-teman terutama media, minta dibuka KPU siapa yang usulkan untuk ditiadakan. Jadi, framing yang minta (tidak ada debat calon wakil presiden) menguntungkan Mas Gibran itu ngawur," ujar dia.

Untuk itu, ia pun meminta semua pihak untuk melakukan cek data dan tidak mudah terhasut dengan framing negatif. Sebab bagi yang ingin menang tentunya ingin menang dengan cara apapun.

Hanya pemaparan visi misi...

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement