Jumat 01 Dec 2023 08:32 WIB

Balas Anies Soal IKN, M Lutfi: Pak Jokowi Ahli Selesaikan Masalah Masa Depan

M Lutfi sebut Presiden Jokowi selalu berpikir out of the box

Presiden Joko Widodo. Muhammad Lutfi menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan sosok kepala negara yang cakap dan lengkap.
Foto: Setpres RI
Presiden Joko Widodo. Muhammad Lutfi menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan sosok kepala negara yang cakap dan lengkap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan sosok kepala negara yang cakap dan lengkap. Selain ahli dalam memberikan solusi untuk permasalahan yang ada saat ini, Jokowi juga merupakan ahli menyelesaikan permasalahan yang bakal datang pada masa depan.

“Pak Jokowi adalah ahli menyelesaikan masalah yang akan datang dengan solusi masa depan,” demikian kalimat singkat yang diungkapkan oleh Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II dan Kabinet Indonesia Maju, untuk menjelaskan figur Jokowi.

Kemudian, Lutfi pun menjelaskan bahwa pada tahun 2045, Kota Jakarta dan Kota Bandung, Jawa Barat akan menyatu menjadi satu kota. Pada saat penyatuan terjadi, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 75 juta jiwa. 

“Bisakah dibayangkan, polusinya pada tahun 2045 seberapa parah? Sampahnya seperti apa? Bagaimana mengurus Listriknya? Jadi nanti orang baru bisa mikir solusi untuk memindahkan ibukota baru dipikirkan nanti, akan menjadi sebuah problema yang tidak bisa diselesaikan pada masa itu,” tutur Lutfi.

Pernyataan ini juga dia ungkapkan sebagai jawaban atas pertanyaan media tentang usul Anies Baswedan untuk membagi anggaran Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) senilai Rp 470 triliun pada 14  kota di Indonesia masing – masing Rp 33 triliun.  

Jawaban Lutfi sederhana saja, “Jangan menyelesaikan persoalan masa yang akan datang, dengan solusi masa lalu. Jadi saat ini kita mesti jelas. Nah, Pak Jokowi adalah ahli menyelesaikan masa yang akan datang dengan solusi masa depan,” kata Lutfi.

Sebagai contoh dari masalah akan datang dengan solusi masa depan, yaitu Moda Raya Terpadu (MRT). Dimana sebelum MRT tercetus sebagai proyek menekan kemacetan di Jakarta, Jokowi datang di Jakarta, sekitar tahun 2012. Saat itu, yang pertama kali diselesaikan adalah MRT. 

“MRT juga begitu, sempat ditolak oleh politisi – politisi, karena dianggapnya subsidinya terlalu tinggi. Tetapi Pak Jokowi pada saat itu juga melaksanakan hal yang sama. Beliau mengatakan bahwa manfaat daripada MRT ini sangat tinggi. Dan lihat, begitu MRT yang pertama selesai, MRT yang kedua langsung dibangun. Karena rakyat merasakan bahwa manfaatnya itu sangat tinggi buat masyarakat Jakarta,” ujar Lutfi.

Indonesia, kata Lutfi, membutuhkan sosok seperti Jokowi. “Memang kadang – kadang, Pak Jokowi berpikir out of the box. Untuk itu saya berterimakasih kepada Pak Jokowi,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement