Senin 27 Nov 2023 21:12 WIB

Semarak Webinar dan Lomba Prototype Mahasiswa Rumpun Kesehatan UI

Webinar dan lomba prototype ini diikuti mahasiswa berbagai perguruan tinggi.

Webinar dan lomba prototype yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan UI.
Foto: HMP FIK UI
Webinar dan lomba prototype yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

Oleh Heru Nurinto, Perawat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki era 5.0 pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan perlu digalakkan agar mahasiswa dapat menggunakan berbagai macam teknologi. Dunia pendidikan kesehatan yang senantiasa berkembang harus mampu beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dan mampu menumbuhkan peserta didik kemampuan mencetak sebuah inovasi. 

Baca Juga

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (HMP FIK UI) didukung oleh Perhimpunan Perawat Informatika Indonesia (PPII) turut andil mengembangkan inovasi melalui kegiatan webinar dan lomba prototype dalam rangkaian kegiatan Global Health Innovation Technology Competition 2023 yang diselenggarakan pada Senin, 27 November 2023 secara daring. 

Lomba ini melibatkan mahasiswa diploma 3 sampai dengan S3 rumpun kesehatan. Tujuan dari lomba prototype antara lain, mengembangkan inovasi kesehatan berbasis evidence, science dan teknologi, mengembangkan jejaring inovasi teknologi di bidang kesehatan di kawasan Asia, memperkenalkan skenario dan desain yang belum terekspos baik di Indonesia maupun di luar negeri, serta menyediakan wadah untuk berkreasi dan berkompetisi secara positif melalui karya terbaik.

 

Sri Yona, S.Kp., M.N., Ph.D, Manajer Riset, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat FIK UI mewakili Dekan FIK UI dalam sambutannya menyampaikan adanya lomba prototype saat ini dapat menciptakan karya-karya mahasiswa yang dapat menyelesaikan masalah dan dapat dijangkau masyarakat. ”Harapannya dengan adanya inovasi ini akan tercipta kasil karya teknologi yang bersifat solusi, mampu menyelesaikan masalah, praktis, serta mudah dijangkau khususnya masyarakat.” tutur beliau. Acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ns. Heru Nurinto, S.Kep., mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan FIK UI. 

Webinar disampaikan oleh Anang Suryana, S.Kom., MARS, Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dengan judul “Peluang dan Tantangan Pengembangan Aplikasi Pasca Diterbitkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.” 

Dalam paparannya Bapak Anang Suryana menyampaikan upaya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung  pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan, dimana hal tersebut sudah sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan melalui pilar transformasi digital. 

Kita ketahui tantangan yang masih dihadapi dalam implementasi penerapan teknologi informasi adalah belum meratanya jaringan internet di indonesia, mengingat kondisi wilayah geografis adalah kepulauan. Dengan kondisi tersebut peluang  pemanfaatan  teknologi contohnya seperti  telemedicine perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. 

Dalam  paparan terakhirnya  Bapak Anang mendorong kepada  pemerintah pusat dan daerah  membuat inovasi  teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan daerah  dengan melibatkan para pakar dan akademisi, tidak hanya membuat inovasi saja akan tetapi hasil karyanya dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan.” tuturnya. Dia juga mengucapkan selamat dan apresiasi kepada HMP FIK UI yang telah menyelenggarakan lomba prototype tahun ini. 

“Selamat kepada HMP FIK UI yang telah menyelenggarakan Global Health Innovation Technology Competition 2023, kami berharap agar rutin diadakan setiap tahunnya dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik dalam mendukung pelayanan kesehatan untuk masyarakat.” tambah beliau. 

Acara dilanjutkan dengan lomba prototype yang diikuti 23 peserta dari berbagai program studi rumpun kesehatan dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diantaranya dari mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan, Magister Ilmu Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, dan S3 Keperawatan. Adapun asal kampus berasal dari Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Esa Unggul, STIKes Medistra Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, STIKes Mitra Keluarga, dan Universitas Diponegoro. 

Setiap tim terdiri atas 2-3 orang mahasiswa dengan 1 dosen pembimbing di perguruan tinggi tersebut. Luaran lomba prototype ini adalah teknologi bidang kesehatan dalam bentuk proposal prototype. Hadir sebagai juri dalam perlombaan ini, Anang Suryana, S.Kom., MARS, Ns. Sukihananto, S.Kep., M.Kep, Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Saldi Yusuf, S.Kep.,Ns.,MS(NI).,CAHIMS, Sekretaris Perhimpunan Perawat Informatika Indonesia (PPII). 

Setelah melalui babak penyisihan kemudian babak final diputuskan oleh dewan juri, 3 pemenang lomba yakni juara 1, BalutAku, dari mahasiwa Magister Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, juara 2, Nursing Metaversity, dari mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan juara 3, Emergency Team, dari mahasiswa Master of Nursing Universitas Diponegoro. Sedangkan untuk juara favorit adalah Team Woyo-woyo, dari mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Esa Unggul.

Selamat kepada para pemenang, semoga bisa dilanjutkan dan diimplementasikan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement