Ahad 26 Nov 2023 21:07 WIB

Selasa Kampanye Dimulai, Wapres Ingatkan Kontestan Bermain Bersih

Wapres mengingatkan kontestan untuk bermain bersih saat kampanye yang dimulai Selasa.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bilal Ramadhan
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat berdialog dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di Slovakia, Wina-Austria maupun Hungaria di Bratislava, Slovakia, Ahad (26/11/2023).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat berdialog dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di Slovakia, Wina-Austria maupun Hungaria di Bratislava, Slovakia, Ahad (26/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BRATISLAVA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan seluruh pejabat negara, penyelenggara Pemilu hingga kontestan Pemilu bermain bersih. Hal ini ditegaskan Wapres berkaitan pelaksanaan kampanye Pemilu 2024 yang akan dimulai pada Selasa (28/11/2023) mendatang. Ma'ruf menekankan kepada seluruh pihak untuk menaati aturan-aturan Pemilu.

"Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan keterbelahan masyarakat, itu bagi pelaku. Dan penyelenggara pemilu bersikap adil, begitu juga keamanan harus bersikap netral, ASN semuanya. Kita harapkan kampanye nanti itu berjalan dengan jurdil," ujar Ma'ruf dalam keterangan persnya usai berdialog dengan WNI di Bratislava, Slovakia, Ahad (26/11/2023).

Baca Juga

Ma'ruf mengatakan, untuk memastikan pemilu berjalan jurdil maka penyelenggara Pemilu harus netral. Karena itu, ia meminta KPU dan Bawaslu untuk tidak memihak salah satu kontestan.

Begitu juga para pejabat baik penjabat kepala daerah, pejabat hingga ASN. Sedangkan untuk masyarakat, ia mengimbau agar tidak terprovokasi terhadap isu-isu hoaks maupun yang memicu keterbelahan.

 

"Masyarakat jangan terprovokasi dengan isu-isu yang bisa membelah, isu-isu disinformasi, hoax, yang pasti ketika mengadakan Pemilu, selalu ada, tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu yang tidak baik serta disinformasi," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil akan menentukan kualitas hasil demokrasi. Menurutnya, jika Pemilu berlangsung akan menguatkan legitimasi hasil Pemilu.

Hal ini disampaikan Ma'ruf saat ditanyai salah seorang WNI yang tinggal di Wina, Austria Mahardi terkait pelaksaaan Pemilu mendatang. "Kalau pemilihan umum itu nanti dianggapnya tidak jurdil itu kan kualitas demokrasi kita akan rusak, dianggap cacat lah," ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan kembali netralitas dalam pemilu untuk seluruh pejabat negara, penyelenggara Pemilu. "Mengenai pemilihan umum, saya kira seperti tadi yang saya katakan, kita berharap pemilihan umum ini berjalan fair, netral, tidak ada pejabat pelaksana tugas (tidak netral) dan juga para pemainnya sendiri harus bermain bersih, tidak ada yang tidak bersih," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement