Selasa 21 Nov 2023 00:12 WIB

Baasyir Titip Surat untuk Prabowo, Gibran: Saya Baca Dulu Isinya

Cawapres Gibran mengaku akan membaca isi surat yang dititipkan Baasyir untuk Prabowo.

Rep: c02/ Red: Bilal Ramadhan
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Cawapres Gibran mengaku akan membaca isi surat yang dititipkan Baasyir untuk Prabowo.
Foto: Republika/ Febryan A
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Cawapres Gibran mengaku akan membaca isi surat yang dititipkan Baasyir untuk Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Cawapres KIM Gibran Rakabuming Raka mengaku akan membaca surat yang dititipkan Abu Bakar Baasyir (ABB) untuk capres Prabowo Subianto. 

Ketika disinggung soal saran ABB untuk menerapkan hukum Islam, baik secara langsung maupun bertahap, putra sulung presiden Jokowi tersebut akan melihat surat itu dulu. 

Baca Juga

"Ya, nanti saya baca isi suratnya dulu, ya," kata Gibran menjawab pertanyaan awak media soal nasihat menerapkan hukum Islam untuk Prabowo yang dititipkan ke dirinya, Senin (20/11/2023).

Gibran juga mengatakan akan menjadwalkan pertemuannya dengan ABB sesuai dengan keinginannya. Namun, belum ada kepastian pertemuan tersebut terjadi kapan. 

"Ya nanti saja, kami jadwalkan nggih. Ya, nanti aja nggih," katanya. 

Sebelumnya, Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki Sukoharjo Abu Bakar Baasyir mengunjungi Balai Kota Solo untuk mengirimkan surat kepada Prabowo Subianto melalui Gibran Rakabuming. Namun, lantaran kunjungan tersebut mendadak, ia tak bertemu sosok yang juga wali kota Solo tersebut.

ABB menyerahkan surat tersebut ke Prokopim lantaran tak bisa bertemu putra sulung Presiden Jokowi itu secara langsung. Meskipun ia mengaku ingin bertemu Gibran. 

"Penginnya ketemu (Gibran) tapi susah buat ketemuannya," kata Abu Bakar Baasyir, Senin (20/11/2023). 

ABB menjelaskan surat tersebut berisi nasehat untuk setiap Calon Presiden apabila kelak memimpin Indonesia dapat berjalan dengan baik."Hari ini saya menyerah surat tadzkiroh namanya. Jadi Allah SWT mewajibkan umat Islam harus berusaha menyampaikan nasehat kepada kepala negara itu jadi kewajiban saya," katanya. 

"Jadi orang yang mengerti Islam baik ustaz maupun ulama wajib memberikan nasihat kepada presiden. Ini supaya dalam melaksanakan tugasnya bisa menyelamatkan negara dengan baik. Adapun nasehat itu diterima atau tidak diterima, Allah SWT yang menentukan nanti bagi kita yang penting sudah menyampaikan," katanya mengakhiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement