Sabtu 18 Nov 2023 14:46 WIB

Prabowo Mengeklaim Diri Sebagai Gusdurian

Prabowo mengaku sangat dekat hingga mendapat sebutan jenderal tukang Gusdur.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Agus raharjo
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto menghadiri kegiatan Pengukuhan Guru Besar Kehormatan di Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, Sabtu (18/11/2023).
Foto: Republika/Wilda fizriyani
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto menghadiri kegiatan Pengukuhan Guru Besar Kehormatan di Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, Sabtu (18/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG --  Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto mengeklaim dirinya sebagai Gusdurian. Hal ini diungkapkan Prabowo saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pengukuhan Guru Besar Kehormatan (HC) atas Profesor Ali Masykur Musa di Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, Sabtu (18/11/2023). 

Dalam sambutannya, Prabowo bercerita sejak muda merasa Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjaga diri sebagai Islam yang moderat, Islam yang sejuk, Islam yang rahmatan lil alamin dan Islam yang melindungi semua. "Islam yang tidak akan mengizinkan kekerasan, fanatisme, ekstremisme, dan radikalisme. Sesuatu yang membesarkan hati saya," kata Prabowo, Sabtu (18/11/2023).

Baca Juga

Prabowo juga merasa telah lama dekat dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Bahkan, dia mengaku termasuk dapat dikatakan sebagai Gusdurian.

Menurut Prabowo, banyak orang tidak tahu bahwa dia termasuk sosok yang dekat dengan almarhum Abdurrahman Wahid (Gusdur). Dia mendeskripsikan dirinya sebagai 'jenderal tukang pijat Gusdur'. Dia biasa masuk ke kamar almarhum Gusdur karena sudah merasa sangat dekat.

Prabowo berpendapat, Gusdur saat itu dikenal memiliki pemikiran luar biasa. Sebab itu, banyak yang tidak dapat mengikuti cara pemikiran beliau yang sudah jauh ke depan. Gusdur diketahui sangat fokus dalam menjaga toleransi, menghormati semua agama, anti-kekerasan, dan menjaga demokrasi. 

"Hal ini dapat untuk meyakinkan saya bahwa saya terus berjuang dengan kawan dan rekan semua di atas jalan yang benar bahwa Indonesia harus rukun, Indonesia harus bersatu, Indonesia itu multikultural, Indonesia itu majemuk dan bahwa Pancasila itu given," tegas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement