Jumat 17 Nov 2023 00:37 WIB

Pemda Terus Pantau Kasus Cacar Monyet

Kasus cacar monyet harus ditangani serius.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi Cacar Monyet
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Cacar Monyet

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kasus cacar monyet atau monkeypox di Jawa Barat (Jabar) bertambah. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per 8 November 2023, kasus cacar monyet bertambah menjadi 4 orang. 

Menurut Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiana Dewi, empat orang ini dinyatakan positif cacar monyet berdasarkan hasil uji sampel dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adapun satu positif kondisinya kini sudah sembuh. 

Baca Juga

"Kasus Mpox (cacar monyet) per tanggal 8 November 2023 kemarin, total menjadi 4 di Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kota Bandung yang sudah sembuh," ujar Vini, Sabtu (11/11/2023). 

Terkait pelacakan kontak erat pada keluarga pasien atau orang-orang terdekat,  Vini mengatakan, hal itu tengah dilakukan oleh masing-masing kabupaten kota. Sebab tanggung jawab ada di pemerintahan daerah, bukan provinsi. 

 

"Itu udah jadi kewajiban kotak bupaten. Tapi sesuai prosedur kontak erat di pantau selama 21 hari. Jadi kalau nanti misalnya ada gejala (cacar monyet) baru kami periksa," katanya. 

Vini mengatakan, penyakit cacar monyet bisa sembuh sendiri. Namun penyebaran dari penyakit ini cukup cepat. Sehingga masyarakat tetap menerapkan kewaspadaan dengan menjaga pola hidup bersih.

"Yang penting adalah masyarakat menjaga saja bahwa di sekitarnya sudah ada (kasus positif). Jadi harus hari-hari, karena Jakarta dekat, Depok, Cirebon, jadi lebih baik kita mencegah saja," katanya. 

Terkait penyebab pasti dari penyakit cacar monyet sendiri, kata dia, masih dalam pencarian. Vini mengatakan, Dinkes Jabar belum mengetahui sumber awal pembawa penyakit ini hingga membuat empat orang dinyatakan positif. 

"Nah itu belum dapat informasi (penyebarannya dari Jakarta atau bukan), dan enggak sedetail itu dilaporkan ke kaminya (pasien yang terjangkit), karena sebetulnya laporan ke kami itu laporan dari data NAR (New All Record)," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement