Selasa 14 Nov 2023 20:32 WIB

Delapan Pasien Cacar Monyet di Jakarta Selatan Dinyatakan Sembuh

Tiga pasien lainnya dalam masa pemulihan, isolasi mandiri di rumah.

Petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/11/2023). Kemenkes menyatakan terdapat 27 kasus penderita cacar monyet per Oktober 2023, dan mengimbau masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih serta menghindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi guna mencegah meluasnya penularan penyakit tersebut di Indonesia.
Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin
Petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/11/2023). Kemenkes menyatakan terdapat 27 kasus penderita cacar monyet per Oktober 2023, dan mengimbau masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih serta menghindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi guna mencegah meluasnya penularan penyakit tersebut di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Delapan dari 12 pasien cacar monyet (monkey pox/mpox) di wilayah Jakarta Selatan dinyatakan sembuh.

"Tiga pasien lainnya dalam masa pemulihan, isolasi mandiri di rumah. Sedangkan satu pasien masih dirawat di RSUD Jakarta Selatan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga

Bila merujuk pada data 31 Oktober 2023, telah terjadi penambahan kasus mpox di Jakarta Selatan yang saat itu berjumlah tujuh kasus. "Jumlah kasus memang naik tapi jumlah pasien yang sembuh juga tinggi," ujar Yudi.

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan terus melakukan upaya untuk memutus penyebaran cacar monyet di wilayah tersebut. "Antisipasi untuk mencegah perluasan penyakit yang berpotensi menjadi wabah tersebut dengan melakukan tindakan yang cepat dalam mendeteksi dan merespons," ujar Yudi.

Selain itu, melakukan deteksi dini di fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan segera dan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) pada kontak erat kasus. Kemudian juga respons cepat untuk mencegah penyebaran dengan melakukan isolasi terhadap setiap kasus positif, meskipun kasusnya ringan.

Selanjutnya, melakukan tindakan pencegahan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat dan vaksinasi Mpox pada populasi rentan. Sudinkes Jakarta Selatan telah melakukan vaksinasi mpox pada 23-30 Oktober. Proses vaksinasi pox tak dilakukan secara terbuka dan hanya melalui poli layanan HIV, IMS, dan LSM penjangkau populasi-populasi kunci.

"Jadi diprioritaskan pada populasi kunci. Sebab vaksinnya memang terbatas," ujar Yudi.

Berdasarkan data dari Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sepanjang 2023 hingga Senin (13/11) pukul 19.00 WIB tercatat ada 33 kasus mpox. Sebanyak 23 kasus aktif pada Oktober 2023 dan 10 kasus aktif pada 1-10 November 2023. Untuk kasus positif pada 2023, pasien mpox yang sudah selesai isolasi ada 16 orang, sedangkan 17 orang masih menjalani isolasi.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi di Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama, dalam keterangannya, Selasa, mengatakan jumlah suspek atau terduga bergejala kasus cacar monyet sebanyak tiga orang. Sementara jumlah orang yang diduga suspek namun hasil pemeriksaan PCR negatif berjumlah 115 orang. Lalu KE Asimtomatis sembilan orang.

"Adapun penerima vaksin telah mencapai target, yakni 495 orang," ujar Ngabila.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement