Senin 13 Nov 2023 13:10 WIB

Elektabilitas Prabowo-Gibran Menguat Berkat Dukungan Habib Luthfi

Habib Luthfi merupakan sosok ulama yang memiliki pengaruh tinggi di Indonesia.

Anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya merangkul pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023).
Foto: Republika.co.id
Anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya merangkul pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hadirnya Habib Luthfi bin Yahya ke dalam komposisi Tim Kampanye Nasional (TKN) sebagai Dewan Pembina dinilai mampu memberi dorongan melejitnya elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hal itu karena pengikut Habib Luthfi sangat setia dan militan mengikuti pernyataan yang dilontarkan ulama asal Pekalongan tersebut.

"Habib Luthfi juga dia ketua thoriqoh mu'tabaroh di NU, dunia bahkan dan pengikutnya tidak sedikit juga. Jadi tokoh-tokoh seperti ini pengaruh di survei juga kan?" ujar peneliti senior Populi Center, Usep Saepul Ahyar dalam keterangannya di Jakarta dikutip Senin (12/11/2023).

Menurut Usep, masuknya Habib Luthfi ke TKN merupakan langkah yang sangat tepat. Pasalnya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tersebut merupakan sosok ulama yang memiliki pengaruh tinggi di Indonesia.

Bahkan, tidak hanya di Indonesia, Habib Luthfi juga dihormati hingga ke luar negeri. Usep menilai, dukungan yang diberikan Habib Luthfi membawa dampak elektoral yang bagus bagi Prabowo-Gibran.

Pasalnya, berdasarkan pengalamannya sebagai seorang peneliti, kedekatan seorang capres dengan tokoh agama khususnya Islam, mampu memengaruhi minat masyarakat untuk memilih. Usep menyebut, masih banyak kelompok di masyarakat yang memilih didasarkan atas endorsment dari tokoh agama.

Usep lantas mengambil contoh bagaimana peran penting Habib Luthfi saat menghadiri acara di Indonesia Arena, Senayan, sebelum pasangan Prabowo-Gibran mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menilai, sudah pasti banyak pengikut Habib Luthfi yang menyatakan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran.

Keberpihakan masyarakat muslim terhadap Prabowo lantas dibuktikan dengan survei Poltracking Indonesia periode 28 Oktober-5 November 2023. Dari hasil temuan survei terbaru, Prabowo-Gibran mendapatkan dukungan mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam sebesar 40,2 persen.

Dukungan tersebut mengalahkan perolehan pasangan dari koalisi PDIP Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang mendapat hanya 29 persen serta Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar 25,5 persen.

Keunggulan Prabowo-Gibran di pemilih muslim juga selaras dengan tingginya dukungan dari warga Nahdlatul Ulama (NU). Temuan Poltracking menunjukkan warga NU mayoritas ke Prabowo-Gibran dengan dukungan sebesar 42,4 persen.

Adapun duet Ganjar–Mahfud hanya meraih sebesar 30,4 persen dan Anies–Muhaimin 23,7 persen. Kedekatan Prabowo kepada para ulama juga membuat para pendukungnya sejak 2014 dan 2019 lalu tetap bertahan dan bahkan terus bertambah mendukungnya pada Pilpres 2024.

"Sebenarnya pada 2019 pendukung Pak Prabowo dari kelompok Islam konservatif atau orang yang memutuskan pilihan berbasis agama itu, banyak sebenarnya," ujar Usep.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement