Jumat 03 Nov 2023 10:54 WIB

Tak Cuma Fisik, Jokowi Akui IKN Butuh Pembangunan SDM

Jokowi pastikan jika IKN selesai dibangun akan dihuni masyarakat dari beragam etnis

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023).
Foto: Dok Republika
Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan Pemerintah menggencarkan pembangunan infrastruktur untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun demikian, Jokowi menyadari IKN tak hanya butuh infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Itu semuanya fisik, padahal mestinya yang didahulukan adalah pembangunan sumber daya manusia, plestarian kebudayaan, merawat kebudayaan yang ada, jangan sampai nanti tergerus oleh budaya dari luar, budaya asing," ujar Jokowi saat menghadiri Festival Harmoni Budaya Nusantara Tahun 2023, Jumat (3/11/2023).

Jokowi mengatakan, nantinya jika IKN selesai dibangun, maka akan dihuni masyarakat dari beragam etnis dan budaya. Antara lain masyarakat asli wilayah IKN dan sekitarnya sejak dulu serta masyarakat dari daerah yang lain.

Karena itu, kata Jokowi pembangunan IKN dan di Kalimantan Timur khususnya akan menjadi muara bertemunya dam berinteraksinya berbagai budaya."Kita harapkan berinteraksi nantinya dengan baik, hidup rukun dan harmonis menjaga dan melestarikan dan mengembangkan identitas budaya lokal dan nilai-nilai dan tradisi masyarakat di Kalimantan Timur," ujarnya.

Karena itu, ia menilai perlu dibangun kesadaran bersama tentang pentingnya sikap saling menghormati dan saling menghargai keragaman. Ia menegaskan perlunya menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai sebuah kekuatan untuk membangun harmoni bersama dan persatuan.

"Karena itu saya sangat menghargai pada pagi hari ini di Kecamatan Sepaku dilaksanakan Festival Harmoni budaya Nusantara untuk mengingatkan kita seni budaya kita, budaya Indonesia sangat beragam sangat majemuk, sukunya saja kita memiliki 714. Artinya kekuatan karakter budaya, sangat dan harus kita lestarikan dan harus kita rawat," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement