Rabu 01 Nov 2023 14:10 WIB

Budi Daya Ikan Lele dan Hias, Relawan Muda Ganjar Rangkul Warga Cirebon

Pelatihan budi daya ikan lele dan hias itu bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Pelatihan cara budi daya ikan lele dan hias bersama warga yang berada di Jalan Karya Bhakti, Kampung Sukerduwur Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Foto: Dok. Web
Pelatihan cara budi daya ikan lele dan hias bersama warga yang berada di Jalan Karya Bhakti, Kampung Sukerduwur Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Ada sejumlah cara yang dilakukan oleh sukarelawan Ganjar Muda Padjajaran (GMP) untuk berpartisipasi bagi masyarakat yang berada di Jawa Barat.

Salah satunya dengan mengadakan pelatihan cara budi daya ikan lele dan hias bersama warga yang berada di Jalan Karya Bhakti, Kampung Sukerduwur Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga

Koordinator Wilayah (Korwil) GMP Rendra Wibawa Setiawan mengatakan, kegiatan pelatihan budi daya ikan lele dan hias itu bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar yang berkualitas, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Selain itu, budi daya kedua ikan juga dinilai sangat murah dan muda dipasarkan.

 

"Para petani di Kota Cirebon mulai beralih membudidayakan ikan lele dan ikan hias karena lebih murah dan mudah dipasarkan," kata Rendra, Rabu (1/12/2023).

Dia menambahkan, kegiatan tersebut diadakan hasil permintaan dari warga sekitar yang menginginkan desa mereka dikenal penghasil ikan, baik lele maupun hias.

"Kegiatan ini sesuai permintaan para warga di sini. Selain pelatihan, kegiatan ini juga mempererat talisilatirahmi dengan masyarakat sekitar," ujr dia.

Dalam pelatihan tersebut, Rendra menjelaskan bahwa membudidayakan ikan hias lebih mudah dibandingkan dengan lele dumbo. 

Namun, dia juga mengingatkan agar para warga harus memperhatikan kondisi ikan dan kebersihan kolam. Tujuannya, agar ikan tersebut bisa berkembang dengan baik.

"Budi daya ikan lele dan hias seperti ikan hias komet, melati, merak ghapi dan lainnya lebih cepat menghasilkan jika dibandingkan dengan membudidayakan lele jumbo," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, GMP memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai calon presiden dan wakil presiden kepada masyarakat yang menghadiri pelatihan itu.

Parjo salah satu peserta mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh pendukung Ganjar Pranowo itu.

Menurut dia, kegiatan pelatihan budi daya ikan ini memberikan dampak yang baik bagi para warga, terlebih pelatihan tersebut melibatkan seluruh warga setempat.

"Terima kasih kepada relawan GMP yang sudah mengadakan pelatihan ini. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami dan warga sekitar karena bisa mengetahui membudiyakan ikan lele dan hias agar bisa ber kembang dengan baik," ungkap Parjo.

Sebelumnya, Jaringan GMP menggandeng pelaku industri seni dan budaya untuk melestarikan wayang golek sebagai salah satu kesenian khas Jawa Barat.

Kolaborasi itu dalam bentuk kegiatan Pagelaran Wayang Golek serta Penyerahan Lukisan Ganjar Pranowo di Padepokan Giri Harja, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Ini merupakan kegiatan kolaborasi antara kami (GMP) dengan Padepokan Giri Harja. Kami sadar betul bahwa kondisi seni tradisional khususnya di Jawa Barat makin tergerus di tengah modernisasi. Kami hadir di sini berupaya untuk terus melestarikan kesenian khususnya Wayang Golek," katanya, demikian dilansir dari Antara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement