Rabu 01 Nov 2023 06:25 WIB

Sambut Musim Hujan, Warga Bandung Diminta Siaga

BMKG merilis awal musim hujan terjadi November.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah
Petugas UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, memotong dahan-dahan kering pohon pelindung di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (11/10/2023). Pemangkasan pohon dilakukan agar pengguna jalan dan kendaraan yang parkir aman, khususnya jelang musim hujan.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Petugas UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, memotong dahan-dahan kering pohon pelindung di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (11/10/2023). Pemangkasan pohon dilakukan agar pengguna jalan dan kendaraan yang parkir aman, khususnya jelang musim hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengimbau masyarakat dan organisasi perangkat daerah siaga menghadapi musim hujan di wilayah Kabupaten Bandung. Ia mengatakan BMKG merilis awal musim hujan terjadi November.

"Sehubungan dengan itu untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman potensi berbagai jenis bencana," ucap dia, Rabu (1/11/2023).

Baca Juga

Ia menyebut puncak musim hujan sendiri akan berlansung pada Januari hingga Maret 2024. Oleh karena itu, masyarakat diminta siaga bencana dengan melakukan berbagai upaya kesiapsiagaan.

Dadang meminta seluruh aparatur memantau daerah yang berpotensi rawan bencana serta memantau informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana. Ia pun meminta aparat untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi dan mitigasi beragam jenis bencana kepada masyarakat. Masyarakat dapat mengakses informasi peringatan dini daerah berpotensi banjir, banjir bandang, serta tanah longsor.

 

"Mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air," kata dia.

Dadang menambahkan masyarakat dapat gotong royong membersihkan saluran air dan sungai dan pekarangan rumah. Ini dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan air yang dapat mengakibatkan banjir.

"Melakukan pengecekan semua kondisi tebingan khususnya yang berada di tengah pemukiman, apabila ditemukan keretakan atau rekahan atau pepohonan dan tiang dalam kondisi miring dilakukan tindakan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement