Sabtu 28 Oct 2023 15:25 WIB

Angkat Penelitian Membangun Desa, Asda Dedi Supandi Raih Gelar Doktor

Saat ini potret implementasi kebijakan gerakan membangun desa belum efektif. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Gelar Doktor tersebut diserahkan Wakil Rektor IPDN Dr Drs Rizari MBA MSi kepada Dedi Supandi.
Foto: dok. Republika
Gelar Doktor tersebut diserahkan Wakil Rektor IPDN Dr Drs Rizari MBA MSi kepada Dedi Supandi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --  Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jawa Barat Dedi Supandi meraih gelar Doktor (S3) pada bidang Ilmu Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dalam sidang promosi Doktor tersebut, Dedi  dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. 

Gelar Doktor ini didapatkan Dedi Supandi setelah mempersentasikan disertasi dengan judul Strategi Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat. Sidang promosi Doktor dilaksanakan di Kampus IPDN, Cilandak, Jakarta, Jumat (27/10/2023). Gelar Doktor tersebut diserahkan Wakil Rektor IPDN Dr Drs Rizari MBA MSi.

Dalam paparan disertasinya, Dedi Supandi menjelaskan, dewasa ini upaya yang dilakukan di desa hanya sebatas fokus terhadap angka kemiskinan. "Tapi masyarkat desa dijauhkan dari potensi desanya. Jadi itu yang harus di dekatkan," ujar dia. 

Pemprov Jabar, kata dia, telah memprioritaskan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa). Gerakan ini untuk mewujudkan desa yang mandiri agar mampu membangun dan memberdayakan masyarakat dengan  mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi desa.

"Baik sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sarana prasarana Desa, melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya," katanya.

Namun, Dedi menilai, saat ini potret implementasi kebijakan gerakan membangun desa belum efektif. Hal tersebut tampak dengan masih ditemukannya penduduk miskin yang  dominan termasuk angka pengangguran yang lebih banyak di desa. 

"Sebanyak 18 desa di Jawa Barat masih tertinggal, di antaranya Kabupaten Cianjur, Karawang, dan Tasikmalaya dan baru 50 persen desa yang menerapkan sistem keuangan desa," katanya.

Berdasarkan penelitiannya, untuk mewujudkan desa juara dibutuhkan sejumlah strategi, seperti strategi Triangle Coltin (collaboration, transfarancy and inovation), strategi kolaborasi dilakukan dengan pendekatan melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah dan media. 

Selain itu strategi, kata dia, transparansi pun tak kalah penting, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat (educate citizen), bermusyawarah dengan masyarakat (Delibaretior Partner Community) dan memantau kebijakan yang dilaksanakan (Monitor Policies).

"Strategi inovasi dilakukan dengan pendekatan digitalisasi layanan,

One Village One Company (0VOC) dan Gerakan Desa Membangun (GDM)," katanya. 

Rektor IPDN menilai, Dedi Supandi mampu lulus dalam ujian sidang promosi Doktor Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Pemerintahan IPDN dengan predikat sangat memuaskan. 

"Hasil nilai yang diberikan oleh tim promotor maupun tim penguji Pasca Sarjana tanggal 27 Oktober 2023 terhadap promovendus Dedi Supandi dengan judul disertasi Strategi Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat dinyatakan lulus dengan nilai indeks rata rata 3,80 dengan predikat sangat memuaskan," papar Rizari. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement