Rabu 25 Oct 2023 21:57 WIB

Murid yang Lakukan Self Harm di Magetan Mayoritas Usia SMP

Sekitar 50 hingga 90 persen pelajar yang lakukan self harm didominasi pada usia SMP.

Self harm (ilustrasi). Pelajar yang melakukan self harm di Magetan didominasi usia SMP.
Foto: Dok. www.freepik.com
Self harm (ilustrasi). Pelajar yang melakukan self harm di Magetan didominasi usia SMP.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- Pemerintah Kabupaten Magetan intensif mencegah tindakan melukai diri sendiri atau self harm di kalangan siswa yang kini marak. Pemkab Magetan kini menggandeng lembaga mulai dari unsur kepolisian, sekolah, rumah sakit daerah, dinas kesehatan, DPRD, hingga akademisi untuk mengantisipasi fenomena itu.

Penjabat Bupati Magetan Hergunadi mengatakan tindakan self harm di kalangan pelajar, mayoritas dipicu oleh tindakan perundungan dari teman, tren, membanding-bandingkan, masalah keluarga, cinta, serta masalah psikologis lainnya.

Baca Juga

"Hal itu tentunya harus segera ditangani. Tolong, Bapak dan Ibu guru dapat memposisikan sebagai orang tua kedua di sekolah dan dapat mengatasi masalah secara preventif dengan pendampingan secara melekat. Sehingga hal itu bisa dicegah," ujar Pj Bupati Hergunadi di Magetan, Rabu (25/10/2023).

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan proaktif untuk melakukan tindakan cepat guna pencegahan agar jangan sampai terjadi. "Bapak dan Ibu guru di sekolah juga diminta segera berkoordinasi dengan kepala puskesmas setempat dan saya minta kepala puskesmas segera terjun langsung ke sekolah-sekolah," kata dia.

Pemkab Magetan saat ini juga melakukan kerja sama dengan akademisi, yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam memberikan pendampingan dan konseling kepada pelajar di Magetan. Menurut data UNS yang disampaikan oleh Prof Farida Hidayati bahwa sebanyak 50 hingga 90 persen pelajar melakukan self harm yang didominasi pada usia siswa SMP.

Adapun, self harm dipicu oleh media sosial, film yang membawa para siswa merasa ada ketertarikan lalu ikut-ikutan, permasalahan keluarga, masa dimana lagi mencari jati diri, dan yang dominan adalah tidak adanya kemampuan mengolah emosi. Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan juga memberikan atensi yang besar terhadap permasalahan self harm di wilayah hukumnya.

"Untuk itu, kami siap dan melakukan koordinasi dengan Polda Jatim agar menghadirkan satgas penanganan self harm guna melakukan edukasi dan konseling di sekolah-sekolah," kata Ridwan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement