Senin 23 Oct 2023 15:40 WIB

Tak Hujan Hingga 100 Hari Berturut-turut, Kekeringan di Bali Meluas, Ini Daftar Wilayahnya

Di Bali, tidak ada hujan berturut-turut selama 30 hingga 110 hari.

Kekeringan (ilustrasi). Kekeringan di Bali meluas dari 15 kecamatan menjadi 26 kecamatan. Kondisi kekeringan terjadi akibat di wilayah tersebut tak hujan 30 hari berturut-turut.
Foto: Republika/Prayogi
Kekeringan (ilustrasi). Kekeringan di Bali meluas dari 15 kecamatan menjadi 26 kecamatan. Kondisi kekeringan terjadi akibat di wilayah tersebut tak hujan 30 hari berturut-turut.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mendata bahwa kekeringan di Bali meluas. Semula, kekeringan terjadi di 15 kecamatan pada pekan ketiga September 2023, namun kini menjadi 26 kecamatan di Bali pada pekan ketiga Oktober 2023.

“Sudah tidak ada hujan berturut-turut selama 30 hari hingga 110 hari,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya di Denpasar, Senin (23/10/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan kecamatan di Bali yang masuk peringatan dini kekeringan, yakni di Kabupaten Buleleng di Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, Seririt, dan Tejakula. Kemudian di Kabupaten Jembrana di Melaya, Pekutatan dan Mendoyo, Kabupaten Tabanan di Kediri, Penebel, Kerambitan, selanjutnya di Kabupaten Bangli di Bangli dan Kintamani.

Selain itu di Kabupaten Karangasem di Abang, Bebandem, Karangasem dan Kubu, selanjutnya di Kabupaten Badung di Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan. Selanjutnya di Kabupaten Klungkung di Dawan, dan Nusa Penida serta di Kota Denpasar yakni di Denpasar Timur, Denpasar Barat dan Denpasar Selatan.

Ada pun daerah tanpa hujan paling panjang, yakni Kecamatan Kubu selama 110 hari, Kubutambahan selama 109 hari dan Gerokgak selama 104 hari. BBMKG Denpasar mengimbau masyarakat untuk bijak mengonsumsi air, kemudian melindungi diri dari potensi paparan sinar ultraviolet ekstrem menggunakan tabir surya, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Sedangkan pada periode 1-10 November 2023 diperkirakan terjadi peralihan dari kemarau ke hujan pada sebagian besar wilayah Bali. BBMKG Denpasar memperkirakan puncak musim hujan di Bali terjadi pada Januari 2024 dengan curah hujan diperkirakan pada rentang 500-600 milimeter per bulan sehingga perlu diwaspadai dampak bencana hidrometeorologi di antaranya banjir dan tanah longsor. Hanya satu zona musim yakni di Karangasem bagian selatan yang diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Februari 2024.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement