Senin 09 Oct 2023 20:13 WIB

Gubernur Kalsel Apresiasi Peran Pusat Tangani Karhutla

Karhutla harus diantisipasi dengan melibatkan berbagai instansi swasta dan negara.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap peran nyata pemerintah pusat dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerahnya dan provinsi lain Indonesia.
Foto: dok Pemprov Kalsel
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap peran nyata pemerintah pusat dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerahnya dan provinsi lain Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU -- Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor mengapresiasi peran pemerintah pusat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan maupun provinsi lain.

Pernyataan Sahbirin itu disampaikan Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar saat menghadiri rakor khusus Peningkatan Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 di Kantor Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) RI di Jakarta, Senin (9/10/2023).

Baca Juga

Sahbirin menganggap Badan Nasional Pemanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian LHK merespon cepat terhadap usulan Kalsel terkait bantuan Heli WB, Heli Patroli dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC ) atau hujan buatan.

Selain itu, kerja keras segenap komponen masyarakat sangat membantu penanganan karhutla dan masalah kekeringaan.

“Saat ini kabut asap di Kalsel akibat karhutla selama sepekan terakhir terlihat berkurang dan semoga terus berkurang," kata Sahbirin.

Respon cepat dari pemerintah pusat itu berdampak pada cerahnya kembali langit di sejumlah wilayah Kalsel.

Menurut Sahbirin, personel gabungan dari TNI/Polri, petugas Kementerian KLK di daerah, para relawan dan petugas pemadam gabungan dari unsur masyarakat turut membantu penanggulangan karhutla di Kalsel.

"Penanganan karhutla perlu pemantapan koordinasi melibatkan semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, swasta dan segenap komponen," kata Sahbirin.

Kawasan objek vital perekonomian, seperti wilayah Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru tetap menjadi fokus utama penanganan karhutla.

Pemprov Kalsel juga bersinergi dengan BNPB dengan mengusulkan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) , Heli WB dan Heli Patroli. Termasuk dengan Badan Riset Inovasi Nasional juga Badan Restorasi Gambut dan KLH.

Sahbirin menuturkan Pemprov Kalsel juga mengambil upaya penanganan karhutla dengan mengoptimalkan satgas darat dan udara, membangun infrstruktur, dan melibatkan ahli dari perguruan tinggi.

Gubernur Kalsel itu juga menginisiasi aksi kemanusiaan seperti pembagian masker, distribusi air bersih ke pelosok terdampak kekeringan, pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis dengan mengerahkan SKPD (satuan kerja perangkat daerah).

Sementara itu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mendukung dan mengapresiasi langkah strategis yang telah dilakukan Provinsi Kalsel.

Mahfud juga mengapresiasi upaya dan kerja keras daerah lain dalam menanggulangi karhutla, kabut asap, dan kekeringan.

Menpolhukam dalam arahannya menyampaikan pesan penting, antara lain daerah perlu lebih memperkokoh komitmen upaya menangani masalah karhutla dengan cara memantapkan atau mempertajam program pencegahan dan penanggulangan karhutla.

"Jika di daerah karhutlanya meningkat dan memberikan dampak bagi aktivitas atau perekonomian maka jangan ragu untuk menaikkan status ke tanggap darurat serta penyediaan alokasi anggaran BTT," kata Mahfud.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement