Sabtu 07 Oct 2023 13:56 WIB

Jokowi Akui Pasokan Beras dalam Negeri Terganggu Jika Negara Pengekspor Hentikan Ekspor

"Beras hati-hati, karena masih ada 1,5-2 juta ton impor dari luar," kata Jokowi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani
Pekerja mengangkat beras saat bongkar muat di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (4/10/2023). Menteri BUMN Erick Thohir memastikan stok beras aman untuk Oktober dan November 2023. Tercatat pada Oktober ketersediaan beras Perum Bulog sebanyak 1,7 juta ton dan ditargetkan menjadi 2 juta ton pada November 2023.
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja mengangkat beras saat bongkar muat di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (4/10/2023). Menteri BUMN Erick Thohir memastikan stok beras aman untuk Oktober dan November 2023. Tercatat pada Oktober ketersediaan beras Perum Bulog sebanyak 1,7 juta ton dan ditargetkan menjadi 2 juta ton pada November 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkit permasalahan beras di hadapan para relawannya. Jokowi mensinyalkan publik agar berhati-hati terhadap kenaikan harga beras. 

Hal itu dikatakan Presiden Jokowi saat menghadiri gelaran Konsolidasi Nasional Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Sabtu (7/10/2023). 

Baca Juga

"Beras hati-hati, karena masih ada 1,5-2 juta ton impor dari luar karena produksi dalam negeri belum mencukupi," kata Jokowi dalam sambutannya di acara tersebut. 

Jokowi mengungkapkan angka kebutuhan beras terus melonjak tiap tahun lantaran pertumbuhan laju penduduk. Kebutuhan ini baru bisa terpenuhi semua saat ditopang oleh produk beras impor. 

 

"Karena penduduk tiap tahun nambah. Sebelumnya 270 juta, hitungan terakhir jadi 278 juta. Sehingga produksi beras harus nambah terus," ujar Jokowi. 

Jokowi mengakui pasokan beras dalam negeri dapat terganggu kalau negara pengekspor beras menghentikan ekspornya. Pada titik ini, Jokowi mensinyalkan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor beras. 

"Kalau India dan 22 negara setop tidak ekspor beras di semua negara, harganya naik semua. Inilah problem apa adanya harus saya sampaikan. Problem di suatu negara akan berimbas ke negara lain," ujar Jokowi. 

Sebelumnya, residen Joko Widodo (Jokowi) menaruh kepercayaan penuh terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Yang terbaru, Jokowi meminta Erick untuk menjaga stabilitas harga pangan. Erick mengatakan data Bapanas mencatat stok beras di PIBC kini sudah mencapai 31 ribu ton beras dari target 35 ribu ton. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement