Senin 02 Oct 2023 12:24 WIB

19 Mahasiswa Malaysia dan Brunei Darussalam Ikuti Program UGEO 2023 di Unisba

Peserta mendapat wawasan mendorong perubahan positif secara global selaras SDGs,

19 mahasiswa asing dari negara Malaysia dan Brunei Darussalam mengikuti kegiatan First Unisba Global Students Motion (UGEO) 2023.
Foto: dok. Republika
19 mahasiswa asing dari negara Malaysia dan Brunei Darussalam mengikuti kegiatan First Unisba Global Students Motion (UGEO) 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 19 mahasiswa asing dari negara Malaysia dan Brunei Darussalam mengikuti kegiatan First Unisba Global Students Motion (UGEO) 2023. Kegiatan ini bertajuk "Navigating SDG’s and Culture Across Borders Empowering Student Changemakers The 1st UGEO 2023." 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh bagian Kantor Urusan Internasional (KUI) Unisba dan berlangsung selama empat hari dari Selasa-Jumat, (26-29/9/2023). Acara ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dalam membuat perubahan melalui berbagai platform untuk berkolaborasi dan saling bertukar pikiran.

Melalui kegiatan ini, Unisba turut berupaya untuk membina komunitas pemimpin mahasiswa yang berdedikasi terhadap dunia yang berkelanjutan dan adil serta menciptakan perubahan sebagai warisan yang berdampak jangka panjang.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unisba Siska Nia Irasanti drg MM mengatakan, melalui dialog interdisipliner, keragaman budaya, dan diskusi bermakna, para peserta akan mendapatkan wawasan untuk mendorong perubahan positif secara global, selaras dengan SDGs. 

Pada kesempatan tersebut. para peserta mengikuti kegiatan utama, yakni diskusi esai dan mempresentasikannya di hadapan peserta, dosen, dan liaison officer (LO) yang merupakan perwakilan dari fakultas-fakultas di Unisba dengan tema "Navigating SDG’s and culture Across Borders Empowering Student Changemakers."

“Diskusi awal berlangsung dalam dua sesi, kegiatan tersebut juga dapat mempromosikan Networking to Promote Student Exchange lebih lanjut, dan memajukan internasionalisasi kampus melalui SDGs," kata Siska dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (2/10/2023). 

Kegiatan seru lainnya adalah Culture and Heritage Tour ke kota Bandung (Masjid Al Jabbar, Angklung Udjo, City Tour dengan Bus Bandros, dan mengunjungi Situ Pangalengan Cileunca untuk Rihlah dan melakukan aktivitas rafting.

Peserta First Unisba Global Students Motion ini berjumlah 19 orang. Mereka terdiri atas enam orang mahasiswa Akademi Kajian Islam Universitas Malaya, mahasiswa Fakultas Hukum Universiti Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam (5), mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen (UiTM) Kedah (2), mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) (1), mahasiswa dari Fakultas Jurusan Studi Bahasa USIM (1),  mahasiswa dari Halal Thayyiban Research Centre Universiti Islam Sultan Sharif Ali (3), mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Keuangan Islam Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) (1), dan satu orang mahasiswa Fakultas Pertanian UNISSA.

Dia berharap, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tapi juga pengalaman berharga dan waktu yang berkesan selama kegiatan. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk menjalin kerja sama dan kolaborasi untuk mempromosikan sesuatu yang bernilai dan berjangka panjang.

Wakil Rektor IV Dr Ratna Januarita SH LL M MH mengatakan, acara ini merupakan implementasi dari MoU dan MoA yang telah dilakukan antara Unisba dengan mitra luar negeri. Menurut dia, acara ini menjadi salah satu ajang untuk mempererat kerja sama antara Unisba dengan mitra strategis dengan mengundang mahasiswa mereka untuk berbagi pengalaman produktif dan berdikusi dengan mahasiswa dan dosen Unisba.  

Dia berharap, hal ini dapat menciptakan sinergi yang kondusif dalam peningkatan kompetensi dan kapasitas mahasiswa, dosen, Unisba, dan seluruh institusi yang berpartisipasi.

“Kami percaya bahwa program UGEO ini sangat penting bagi mahasiswa dalam membangun ide untuk menjadi agen perubahan menuju SDGs melalui pengalaman dan memahami berbagai budaya lintas batas," katanya. 

"Selain itu, memberikan pengalaman kepada dosen yang berpartisipasi dalam meninjau karya mahasiswa internasional dengan perspektif global. Kemudian, pada akhirnya seluruh rangkaian kegiatan ini dapat menjadi SKS yang bermanfaat bagi akreditasi masing-masing fakultas di Unisba,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement