Senin 25 Sep 2023 17:35 WIB

Jidah Ayu dan Lansia Lain Pasrah tak Kebagian Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dia membayangkan betapa menyenangkan naik kereta cepat ke Bandung bersama anak-cucu.

Rep: Eva Rianti/ Red: Agus raharjo
Suasana Stasiun Halim untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta Timur, Senin (25/9/2023).
Foto: Republika/ Eva Rianti
Suasana Stasiun Halim untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta Timur, Senin (25/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB) memulai uji coba tahap dua gratis pada Senin (25/9/2023). Masyarakat umum, termasuk kalangan lanjut usia (lansia) terlihat antusias untuk merasakan lesatan lajut kereta dari Jakarta ke Bandung ini.

Namun, sayangnya, sejumlah lansia yang sudah bersemangat dan berbondong-bondong ke lokasi keberangkatan kereta cepat di kawasan Halim, Jakarta Timur, tak kebagian tiket. Tiket telah ludes.

Baca Juga

 

Jidah Ayu, seorang lanjut usia (lansia) berusia 72 tahun yang bertandang ke lokasi pemberangkatan KJCB dengan mengajak para tetangganya. Dia mengaku telah tiba di kawasan stasiun KCJB pada sekira pukul 10.00 WIB.

Harapan menaiki kereta cepat pupus saat petugas di stasiun menyampaikan bahwa kursi kereta sudah penuh, dan mengarahkannya untuk mengecek secara online. "Saya kan penasaran, tertarik, kalau tahu ada sesuatu yang baru kepengen menjajal saja. Bawa tetangga-tetangga juga nih," kata Jidah saat ditemui Republika.co.id di stasiun KJCB di Jakarta Timur, Senin (25/9/2023).

 

Namun Jidah dan dua tetangganya tidak mengetahui pendaftaran uji coba kereta cepat dilakukan melalui online, yakni di laman ayonaik.kcic.co.id. Meski demikian, untuk menghibur diri, dia dan para tetangganya menikmati suasana stasiun KJCB yang tampak segar dan modern, mereka pun berfoto-foto ria di stasiun.

 

Perempuan yang bertempat tinggal di Blok M, Jakarta Selatan itu mengatakan bahwa dirinya kerapkali ke Bandung karena ada keluarga di sana. Namun biasanya menggunakan kendaraan pribadi, bukan transportasi umum. Sesekali menggunakan bus atau kereta api seperti Argo Parahyangan.

Tarif tidak mahal...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement