Ahad 17 Sep 2023 19:30 WIB

Pleno Badko HMI Bahas 2 Agenda Utama, Termasuk Sikapi Demokrasi Pemilu 2024

Pleno Badko HMI membahas sejumlah isu penting

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Logo HMI. Pleno Badko HMI membahas sejumlah isu penting
Foto: Google.plus
Logo HMI. Pleno Badko HMI membahas sejumlah isu penting

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabodetabeka-Banten periode 2021-2023 menggelar sidang pleno 1 di Pop Hotel Tebet, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan ini, Badko HMI membahas berbagai isu kekinian, termasuk soal konflik di Pulau Rempang, Batam.  

 

Baca Juga

Kegiatan yang mengusung tema "Formulasi Strategi Badko HMI Jabodetabeka-Banten dalam Menghadapi Era Disrupsi Teknologi untuk Mengawal Pesta Demokrasi 2024" tersebut berlangsung pada 16-17 September 2023.

 

Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten, M dhiya Muzakki mengatakan, agenda pleno ini merupakan agenda internal organisasi untuk mengevaluasi seluruh program yang sudah berjalan selama satu tahun.

 

Selain evaluasi dan konsolidasi internal, forum pleno ini juga dalam rangka menyikapi isu-isu kekenian yang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat luas, seperti isu sosial, lingkungan, dan politik.

 

"Yang menjadi fokus kami hari ini adalah soal fenomena politik di momentum politik. Selain itu, soal kasus Rempang yang sedang ramai diperbincangkan banyak orang," ujar Adhiya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (17/9/2023).

 

Peristiwa kemanusian seperti konflik di Rempang, menurut Adhiya, harus disikapi secara serius. Ia bersama para pengurus sedang mengkaji sekaligus menggodok fenomena kasus Rempang untuk mencari solusi antara masyarakat dengan pemerintah.

 

“Sebagai mahasiswa, tentu kita juga harus terlibat aktif menjadi penengah atau perantara dalam kasus tersebut," ucap dia.

 

Selain kasus Rempang, persoalan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan juga menjadi fokus tersendiri bagi Badko HMI Jabodetabeka-Banten. 

 

Menurutnya, isu lingkungan ini harus disikapi serius mengingat dampak buruk yang dihasilkan. “Isu lingkungan dan sosial akan menjadi concern kami di sisa kepengurusan ini," kata Adhiya.

 

Selain dua isu di atas, Adhiya dan kader HMI lainnya juga akan mengawal penuh keberlangsungan pesta demokrasi pada 2024 mendatang. 

 

Menurut dia, hajat bangsa Indonesia ini harus dikawal penuh agar hal hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. "Kita kawal. Pasti itu. Sebab ini hajat kita bersama," jelas dia.

 

Saat ini, kata Adhiya Badko HMI Jabodetabeka-Banten sedang menyusun rencana untuk mengkampanyekan Pemilu damai dan bersih di masyarakat. Selain Pemilu damai dan bersih, Adhiya juga sedang menyiapkan kampanye Stop Black Campaign dan Stop Money Politic.

 

"Itu yang akan kita kampanyekan ke depan agar Pemilu ini benar benar menjadi pesta nya rakyat demokrasi. Jangan sampai, demokrasi ini dikotori dengan perpecahan. Ini yang jangan sampai terjadi ke masyarakat kita," kata Adhiya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement