Selasa 12 Sep 2023 16:03 WIB

PKS Masih Tunggu Keputusan Majelis Syura, Sekjen Aboe Sebut Ada Godaan dari Partai Lain

Aboe menegaskan PKS hingga saat ini masih di Koalis Perubahan pendukung Anies.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andri Saubani
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (tengah) bersama Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi (kiri) menyambut kedatangan Bakal Calon Presiden Anies Baswedan (kanan) dan Bakal Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar (kedua kanan) di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (12/9/2023). Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Anies - Cak Imin (AMIN) ke kantor DPP PKS usai dideklarasikan sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024. Pertemuan tersebut dilakukan oleh tiga partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang dihadiri sejunlah petinggi partai dari PKS, PKB dan Nasdem untuk membahas tentang kerjasama politik.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (tengah) bersama Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi (kiri) menyambut kedatangan Bakal Calon Presiden Anies Baswedan (kanan) dan Bakal Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar (kedua kanan) di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (12/9/2023). Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Anies - Cak Imin (AMIN) ke kantor DPP PKS usai dideklarasikan sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024. Pertemuan tersebut dilakukan oleh tiga partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang dihadiri sejunlah petinggi partai dari PKS, PKB dan Nasdem untuk membahas tentang kerjasama politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya bertemu elite Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membahas pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsyi mengungkapkan, selama menanti keputusan Majelis Syura, ternyata tetap ada partai-partai yang mendekati PKS.

"Ada yang menggoda, ada lah yang menggoda," kata Aboe, Selasa (12/9/2023).

Baca Juga

Namun, Aboe tidak mau mengungkapkan siapa pihak-pihak yang coba mendekati PKS belakangan ini. Sampai saat ini, ia menegaskan, PKS masih berada dalam Koalisi Perubahan mendukung Anies Baswedan sebagai capres.

Namun, ia menekankan, godaan-godaan yang datang itu merupakan sesuatu yang biasa. Aboe berpendapat, yang terpenting PKS sebagai yang digoda tidak tergoda atas godaan-godaan yang datang dari poros-poros lain.

Aboe menilai, Koalisi Perubahan sudah cukup baik dengan komposisi yang ada, termasuk dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Ia menekankan, sekarang PKS cuma perlu istiqomah kepada komitmen yang ada.

"Itu biasa, tapi jangan terganggu sama yang menggoda, tidak lah, kita sudah rapi begini, sudah amin, istiqomah saja," ujar Aboe.

Meski begitu, PKS memang masih harus menanti keputusan dari Majelis Syura untuk bisa menentukan sikap terkait Anies-Muhaimin. Apakah tetap di Koalisi Perubahan atau mengalihkan dukungan ke poros-poros lain.

"Dalam waktu dekatlah, sabarlah, insya Allah Jumat, kalau telat-telat Sabtu, pokoknya antara ini sampai Minggu, moga-moga Jumat bisa jalan," kata Aboe.

Aboe turut mengomentari sikap Partai Demokrat yang belakangan malah ke luar dari Koalisi Perubahan seusai deklarasi Anies-Muhaimin. Ia berharap, Demokrat akhirnya kembali ke Koalisi Perubahan mendukung Anies-Muhaimin.

Ia merasa, sikap emosional kader-kader maupun elite-elite Demokrat wajar dan sebenarnya cuma perlu dihibur. Karenanya, Aboe mengaku tetap ada komunikasi yang terjalin, terutama antar sekjen ke sesama sekjen.

"Kalau saya, saya secara pribadi, rasa cinta saya terhadap Demokrat tidak terlepaskan, namanya emosional itu perlu dihibur," ujar Aboe.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement