Jumat 25 Aug 2023 17:59 WIB

Teknokrat dan Peneliti Diminta Jangan Sepelekan Arsip

Peran arsip masih banyak dilihat secara teknis

Seminar Nasional Marwah Geopolitik dan Geostrategi dalam Arsip yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Ruang Noerhadi Magetsari ANRI, Jakarta, Jumat (25/8/2023).
Foto: istimewa
Seminar Nasional Marwah Geopolitik dan Geostrategi dalam Arsip yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Ruang Noerhadi Magetsari ANRI, Jakarta, Jumat (25/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Dalam menghadapi situasi terkini, peran arsip menjadi penting dalam mengambil kebijakan masa kini dan masa depan. Sehingga kesadaran akan pentingnya arsip menjadi penting.

Demikian benang merah dari Seminar Nasional “Marwah Geopolitik dan Geostrategi dalam Arsip” yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Ruang Noerhadi Magetsari ANRI, Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Baca Juga

Hasto Kristityanto menjadi pembicara kunci dan hadir sebagai pemateri Dr. Connie Rahakundini dan Prof. Hikmahanto Juwana serta moderator Dr. Kandar.

"Arsip menjadi sangat penting. Apalagi sekarang kita mengalami seperti jaman Bung Karno. Buka aja arsip, kenapa kita menjadi kekuatan dunia bagian selatan terkuat. Bung Karno bisa bikin. Pertama karena kekuatan geopolitik, kedua karena kekuatan pikiran," kata Connie dalam keterangan persnya.

"Arsip menjadi penting, membuktikan Soekarno di masa muda sudah punya confidence dan kemudian kita disegani," lanjutnya.

Menurut Connie, semua harus tertib arsip maka dalam mencermati sebuah peristiwa semua dapat terbaca. Apalagi bila menyangkut suatu wilayah konflik atau sengketa wilayah dengan negara tertentu.

"Isu arsip sangat strategis meskipun menghadapi tantangan karena terkait arsip belum menjadi budaya karena masih kuatnya budaya tutur," lanjut pengamat militer dan pertahanan itu.

Prof Hikmahanto juga menyebutkan sejatinya para teknokrat dan peneliti harus memanfaatkan arsip dengan maksimal dan penting untuk konsistensi soal arsip.

"Jangan sepelekan Arsip Nasional," tegasnya.

Arsip untuk diteliti dan diterjamahkan menjadi sebuah kebijakan sehingga tercipta suatu konsistensi.

"Dari pengalaman yang saya sering kali temui itu adalah ketika kita mencari arsip itu arsip ada dibawa sama penjaganya kita gak disiplin bahwa berbagai dokumen ditaruh di tempat tertentu. Sehingga kita tahu prosesnya seperti apa. Dan kemudian hasil penelitian ini diterjemahkan sebagai suatu kebijakan. Sehingga kita konsisten. Tapi misalnya arsip ini katakanlan carut marut dan lain sebagainya bagaimana kita menjaga konsistensi," kata Hikmahanto.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Kepala ANRI soal manfaat arsip.

"Peran arsip masih banyak dilihat secara teknis tapi harus dilihat secara strategis," Kepala ANRI Imam Gunarto.

Sementara itu, Hasto mendorong ANRI untuk memberikan beasiswa studi tentang kehebatan Nusantara dalam mencari solusi konflik. Pengumpulan arsip sejak zaman Sriwijaya. 

Dia mengajak menggali khazanah dengan mempelajari jejak arsip kita sehingga bisa dicapai legitimasi historis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement