Rabu 23 Aug 2023 15:36 WIB

Gotong Royong Bersama Warga, Relawan Ganjar Muda Pasang Lampu JPU di Tasikmalaya

Lingkungan tersebut minim dengan penerangan jalan.

Lampu jalan, ilustrasi
Lampu jalan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kelompok relawan Ganjar Muda Padjajaran (GMP) melakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kampung Sukamaju Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemasangan lampu tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat sekitar 

Kordinator Daerah GMP Kabupaten Tasikmalaya, Yuki mengatakan pemasangan lampu PJU itu sebagai bentuk pedulian relawan GMP terhadap lingkungan tersebut.

Baca Juga

Dia melihat lingkungan tersebut minim dengan penerangan jalan sehingga sering sekali mengalami pencurian kendaraan maupun hewan.

"Pencurian kerap terjadi di kampung ini. Beberapa waktu lalu 10 hewan ternak milik warga hilang. Ini bukan kejadian pertama dan sangat meresahkan warga pada umumnya," ungkap dia, seperti dilansir pada Rabu (23/8/2023). 

Yuki menambahkan, kegiatan tersebut mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Hal itu dilihat dari masyarakat yang hadir untuk membantu melakukan pemasangan lampu PJU.

Menurut dia, pemasangan lampu PJU atas keinginan masyarakat sekitar agar wilayahnya memiliki penerangan, sehingga aman dari bahaya pencurian. "Kegiatan ini merespons aspirasi masyarakat yang kampungnya sangat minim penerangan," kata dia.

Dia berharap setelah pemasangan lampung JPU ini warga sekitar bisa lebih aman dan nyaman. Di sela kegiatan tersebut, Yuki tidak lupa menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) 2024 kepada para masyarakat sekitar.

Adapun terkait Pilpres, Litbang Kompas baru-baru ini mengeluarkan hasil survei terkait elektabilitas tiga calon presiden, yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan pada Senin (21/8/2023).

Berdasar data dari Litbang Kompas menunjukkan bahwa Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas tertinggi dengan 34,1 persen, mengungguli Prabowo yang memiliki 31,3 persen, dan Anies dengan 19,2 persen.

Selain itu, Litbang Kompas juga memperlihatkan hasil simulasi dengan variasi jumlah nama calon presiden. Dalam simulasi pemilihan bebas dengan 10 nama calon, Ganjar mendapat 29,6 persen, Prabowo 27,1 persen, dan Anies 15,2 persen.

Dalam simulasi pemilihan dengan hanya 5 nama calon, Ganjar memperoleh 31,8 persen, Prabowo 27,8 persen, dan Anies 15,6 persen.

 

"Hasil tersebut menunjukkan bahwa hanya suara Ganjar yang tampak menanjak. Perubahan dari 10 ke lima nama itu relatif tidak mengubah suara untuk Prabowo dan Anies sehingga jarak keterpilihan Ganjar semakin lebar dengan Prabowo dan Anies," ungkap pernyataan itu, seperti dilansir dari Antara

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement