Jumat 18 Aug 2023 22:43 WIB

Pekerja Konstruksi IKN Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Tujuannya agar tenaga kerja yang membangun IKN Nusantara sehat dan produktif.

Ratusan pekerja konstruksi yang tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur di IKN Nusantara melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al Ikhwan di kawasan hunian pekerja, Kamis (29/6/2023).
Foto: Dok PUPR
Ratusan pekerja konstruksi yang tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur di IKN Nusantara melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al Ikhwan di kawasan hunian pekerja, Kamis (29/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui Kedeputian Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat bersama pihak terkait, memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi pekerja konstruksi di Hunian Pekerja Konstruksi, Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Layanan kesehatan gratis ini berlangsung dua hari pada 17–18 Agustus 2023. Tujuannya adalah untuk mendukung pembangunan IKN melalui tenaga kerja yang sehat dan produktif, sekaligus untuk memperingati HUT ke-78 RI," kata Direktur Pelayanan Dasar OIKN Suwito dalam rilisnya di Samarinda, Jumat (18/8/2023) malam.

Baca Juga

Dalam pelayanan Kesehatan gratis ini pihaknya menggandeng Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI).

Dalam Pembangunan IKN, lanjutnya, tentu diperlukan tenaga kerja yang sehat agar mereka bisa bekerja secara produktif. Karena di tangan mereka, maka pembangunan fisik IKN dapat terus berlangsung dan sesuai dengan yang ditargetkan. Tenaga kerja yang datang dan sakit tentu mendapat pengobatan, sedangkan pekerja yang datang dan terdiagnosa tidak sakit akan diberikan vitamin sehingga tenaga kerja yang ada akan tetap sehat dan produktif dalam bekerja.

Hasil temuan dari pemeriksaan ini akan digunakan untuk kegiatan lanjutan lainnya, seperti penyuluhan upaya pencegahan dan edukasi bidang kesehatan kepada para pekerja. Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini juga didukung oleh tenaga kesehatan dari Kimia Farma, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Puskesmas setempat dan peneliti dari BRIN.

"Untuk sekarang ditarget 2.500 pekerja dulu dari sekitar 9.000 pekerja. Seterusnya akan dilanjutkan kegiatan seperti ini untuk pekerja yang belum terlayani. Mungkin akan menambah kemitraan dengan kampus-kampus lokal yang membidangi kesehatan," kata Suwito.

Sementara itu, Kasubdit Pengabdian Masyarakat DPPM UI La Ode Abd Rahman menjelaskan, pekerja yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menerima pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, dan malaria.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement