Jumat 30 Jan 2026 11:34 WIB

AS Lobi Saudi Agar Mau Dukung Serang Iran, Tapi Pangeran MBS Menolak dan Pilih Negosiasi

AS juga meyakinkan Riyadh untuk komitmen Paman Sam terhadap pertahanan Saudi,

Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman bertemu denganMenteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Washington, Kamis (30/1)
Foto: X/Khalid bin Salman
Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman bertemu denganMenteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Washington, Kamis (30/1)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- AS dikabar sempat berupaya membujuk Arab Saudi untuk mendukung serangan terhadap Iran. Demikian menurut seorang pejabat AS yang mengetahui poin-poin pembicaraan untuk kunjungan menteri pertahanan Saudi ke Washington dan dua pejabat Arab yang memahami diplomasi kepada Middle East Eye, Kamis (29/1/2025). 

Menurut laporan MEE, AS dan mitra-mitra Teluknya tampaknya saling berbicara  dengan pemerintahan Trump mendesak Riyadh untuk mendukung serangan tersebut. Sementara Arab Saudi, bersama dengan Oman, Qatar, dan Turki, lebih mendorong negosiasi.

Baca Juga

Dilansir keterangan laman Axios, pejabat Arab khusus berkunjung ke Washington bersamaan dengan kunjungan kepala intelijen militer Israel.

Pejabat AS yang mengetahui poin-poin pembicaraan untuk kunjungan Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman mengatakan kepada Middle East Eye, diskusi pemerintahan Trump akan mencakup bagaimana serangan militer dapat mengurangi ancaman Iran terhadap mitra-mitra di kawasan tersebut melalui proksi dan persenjataan rudal balistiknya.

AS juga akan meyakinkan Riyadh tentang komitmennya terhadap pertahanan dan keamanan jangka panjangnya.

Dua pejabat Arab tersebut mengatakan kepada MEE bahwa ada harapan AS menawarkan "janji" kepada Arab Saudi. Tetapi mereka tidak menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang dapat ditawarkan Trump kepada Riyadh untuk mengamankan dukungannya terhadap serangan tersebut.

“Semua yang saya dengar dari setiap negara Teluk Arab adalah bahwa ini adalah ide yang sangat buruk,” kata Douglas Silliman, presiden Institut Negara-Negara Teluk Arab di Washington dan mantan duta besar untuk Kuwait, kepada MEE.

“Sejujurnya, dia tidak bisa menjanjikan apa pun kepada negara-negara Teluk,” tambah Silliman, merujuk pada Presiden AS Donald Trump.

Persetujuan diam-diam

Namun, seorang pejabat Arab mengatakan Arab Saudi mungkin dapat dibujuk untuk diam-diam menyetujui serangan AS. Pejabat lain mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah memperjelas bahwa Riyadh sepenuhnya menentang aksi militer.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement