Rabu 16 Aug 2023 05:35 WIB

Bali Terima 200 Ribu Dosis Vaksin Rabies dari Australia

Australia memberikan 400 ribu dosis vaksin rabies ke pemerintah Indonesia

Warga membawa anjing untuk vaksinasi rabies Provinsi Bali menerima 200 ribu dosis vaksin rabies dari Kehutanan Australia.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Warga membawa anjing untuk vaksinasi rabies Provinsi Bali menerima 200 ribu dosis vaksin rabies dari Kehutanan Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Provinsi Bali menerima 200 ribu dosis vaksin rabies dari Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia. Negara tersebut memberikan 400 ribu dosis kepada Pemerintah Indonesia dengan sebagiannya untuk Provinsi Bali.

Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati berterima kasih pada Australia dan menegaskan bahwa Pulau Dewata itu menjadi prioritas Indonesia untuk menangani kasus rabies.

Baca Juga

“Sampai saat ini Bali masih menjadi perhatian dan fokus bagi banyak pihak, mengingat statusnya yang masih belum bebas kembali dari penyakit rabies. Hal ini terbukti dari bermacam komponen pengendalian penyakit yang terus dilakukan,” katanya, Selasa (15/8/2023)

Adapun upaya dan strategi yang dilakukan Pemprov Bali selama ini adalah sosialisasi, vaksinasi, eliminasi, pengawasan lalu lintas hewan penular rabies (HPR), survailans, dan kontrol populasi.

Seluruh upaya tersebut nyatanya belum mampu menghilangkan kasus rabies di Pulau Dewata, bahkan sebelum 200 ribu dosis vaksin dari Australia tiba, pemerintah telah mengalokasikan 480 ribu dosis sepanjang 2023.

“Total cakupan vaksinasi rabies pada HPR di Provinsi Bali sampai hari ini telah mencapai 70 persen dan sesuai dengan komitmen bersama, tahun 2024 tidak ada lagi timbul korban jiwa akibat rabies,” kata Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace.

Saat ini Pemprov Bali juga telah membentuk tim siaga rabies (Tisira) di empat kabupaten, yaitu Buleleng di 148 desa, Jembrana 30 desa, dan Karangasem 52 desa, di mana Tisira sendiri adalah hasil kerja sama pemerintah daerah dengan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

Dengan bertambahnya stok vaksin rabies di Bali, ia berharap kerja keras seluruh pihak akan mendapat hasil sesuai harapan yaitu masyarakat terjamin kenyamanan dan keamanannya dari ancaman rabies.

“Masyarakat hidup nyaman, wisatawan semakin banyak dan dapat menikmati liburannya serta ekonomi meningkat,” kata Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati .

Sementara itu Konsul Jenderal Australia di Bali Anthea Griffin mengatakan bahwa kerja sama bidang kesehatan antara Australia dan Indonesia sejatinya telah berjalan lama, di mana negaranya mendukung Indonesia dalam pengentasan rabies.

Ia berharap, 400 dosis vaksin yang diberikan Pemerintah Australia dapat bermanfaat dengan maksimal untuk menekan kasus rabies.

“Khususnya Bali yang mendapat bantuan 200 ribu vaksin rabies tahun 2023 dan nanti 2024 akan mendapat bantuan kembali 200 ribu vaksin dapat dimanfaatkan dan distribusikan dengan baik,” demikian Anthea Griffin.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement