Senin 14 Aug 2023 23:58 WIB

Perbaikan Jalan BIL-Mandalika Diharapkan Selesai Sebelum MotoGP

Jalan BIL-Mandalika yang rusak parah berada di Kilometer 11

Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan bypass Bandara Internasional Lombok - Mandalika di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (28/7/2022). Empat bulan menjelang ajang WSBK 2022 berbagai persiapan infrastruktur pendukung terus dikebut baik di dalam maupun di luar Sirkuit Mandalika.
Foto: ANTARA/AHMAD SUBAIDI
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan bypass Bandara Internasional Lombok - Mandalika di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (28/7/2022). Empat bulan menjelang ajang WSBK 2022 berbagai persiapan infrastruktur pendukung terus dikebut baik di dalam maupun di luar Sirkuit Mandalika.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Rum berharap perbaikan jalan by pass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah rampung sebelum perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, 13-15 Oktober 2023.

"Informasinya sudah dilakukan perbaikan oleh Balai Jalan Nasional. Mudah-mudahan sebelum MotoGP sudah selesai," ujar Rum, di Mataram, Senin.

Ia menjelaskan perbaikan jalan by pass BIL-Mandalika sepenuhnya di bawah kewenangan Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR.

"Ini juga menjadi atensi kami, tapi sifatnya membantu karena jalan ini berada di daerah kami. Minimal kami bantu komunikasi dengan Balai Jalan Nasional," kata Muhammad Rum.

Rum mengungkapkan jalan BIL-Mandalika yang mengalami kerusakan parah tersebut berada di Kilometer 11.

"Kalau panjang jalan yang rusak ada sekitar 30 meter. Jadi nggak panjang rusaknya," ujar Rum pula.

Mantan Kepala Pelaksana BPBD NTB itu mengatakan, jalan bypass BIL-Mandalika ini rawan rusak. Pasalnya, kontur tanah di kawasan itu rawat terjadi pergeseran dan patahan tanah.

"Memang di daerah jalan yang mengalami kerusakan ini rawan pergeseran tanah atau patahan, sehingga ke depan perlu survei geodesi istilahnya. Kalau memang ke depan rusak lagi, kami buat jadi jembatan saja. Tetapi seperti apa, secara teknis lebih paham Balai Jalan Nasional," katanya lagi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement