Selasa 25 Jul 2023 22:56 WIB

Percepat Transformasi PAUD, Indonesia Gandeng Negara-Negara ASEAN

Pemerintah terus melakukan modifikasi kurikulum PAUD agar responsif.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril, dalam Dialog Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di ASEAN di Jakarta, Selasa (25/7//2023).
Foto: Ronggo Astungkoro/Republika
Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril, dalam Dialog Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di ASEAN di Jakarta, Selasa (25/7//2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia menggandeng negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk menguatkan komitmen bersama dalam mempercepat transformasi pendidikan anak usia dini (PAUD). Melalui Kemendikbudristek, pemerintah terus melakukan modifikasi kurikulum PAUD agar responsif terhadap perkembangan zaman, menyusun metode pembelajaran bervariasi, dan membuka peluang kolaborasi yang melibatkan sektor swasta.

“Saya berharap konferensi hari ini menjadi kesempatan bagi negara-negara ASEAN untuk menyatukan berbagai gagasan dengan saling berbagi praktik baik dalam penyediaan layanan PAUD yang berkualitas. Bersama-sama kita dapat membangun masa depan yang lebih baik, dimulai dari komitmen yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD,” ujar Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril, dalam Dialog Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di ASEAN di Jakarta, Selasa (25/7//2023).

Hal tersebut Iwan sampaikan di hadapan para menteri pendidikan dari 11 negara kawasan Asia Tenggara, duta besar negara-negara Asua Tenggara untuk Indonesia, serta ratusan delegasi. Pada kesempatan itu Iwan menambahkan, dia juga amat berharap negara-negara di Asia Tenggara dapat terleibat dalam diskusi yang bermanfaat dan bermakna dalam memajukan PAUD di kawasan ASEAN.

“Besar harapan saya bahwa kita akan terlibat dalam diskusi yang bermanfaat dan bermakna dalam rangka memajukan PAUD di kawasan ASEAN,” ujar Iwan.

Dialog kebijakan itu digelar bersamaan dengan Konferensi Internasional ketiga tentang PAUD dan Pengasuhan Anak atau International Conference on Early Childhood Care Education and Parenting (ICECCEP). Direktur Southeast Asia Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), Vina Adriany, menjelaskan, dalam konferensi internasional tersebut dibahas lima topik bahasan pada sesi pararel. 

“Dalam konferensi ini akan dibahas seputar pendidikan pengasuhan anak universal dan transisi ke pendidikan dasar, pengaruh lokal dan global pada PAUD, PAUD holistik dan terintegrasi, membangun ketahanan PAUD, dan pendidikan pengasuhan anak,” ujar Vina. 

Di sela konferensi, Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation, Eddy Henry, menjelaskan soal perkembangan filantropi dalam mendukung pengembangan anak usia dini. Menurut dia, filantorpi terkini sudah mengalami perubahan, di mana setidaknya ada empat perubahan strategi filantropi era dahulu dan masa kini.

Pertama, dari pemberian amal berubah fokus pada dampak. Kedua, dari terfragmentasi menjadi penyelarasan untuk skala besar dan dampak jangka Panjang. Ketiga, dari bekerja sendiri menjadi kolaboratif atau memobilisasi berbagai jenis pendanaan, baik itu pemerintah, organisasi filantropi, lembaga pembangunan dan sektor swasta.

“Keempat, dari dukungan keuangan saja menjadi pengembangan kapasitas dan bantuan teknis. Perubahan strategi filantropi ini turut mempengaruhi program untuk anak usia dini agar dapat tumbuh dan berkembang optimal,” terang dia.

Secara umum, Dialog Kebijakan dan Konferensi Internasional PAUD ditujukan untuk mendorong perlunya penguatan program transisi PAUD ke SD sebagai upaya mengurangi mengatasi ketertinggalan masa belajar dan tumbuh kembang pada anak usia dini yang sempat diperparah oleh situasi pandemi Covid-19.  

Penyelenggaraan Dialog Kebijakan PAUD di ASEAN dan Konferensi Internasional ke-3 tentang PAUD dan Pengasuhan Anak yang berlangsung 25-26 Juli 2023 itu, merupakan hasil kerja sama antara Kemendikbudristek bersama Sekretariat ASEAN, SEAMEO CECCEP,  Tanoto Foundation, dan Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC).

Nantinya, selain mendapatkan laporan dari tiap negara atau country report, dari sesi dialog kebijakan diharapkan lahir deklarasi atau komitmen bersama para Menteri pendidikan di Asia Tenggara di bidang PAUD dan scoping study program PAUD di Asia Tenggara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement