Senin 24 Jul 2023 13:27 WIB

Disdik Respons Video Viral Siswa Bantargebang Mengadu ke Jokowi

Siswa SD buat video untuk Jokowi yang viral, sebab banyak temannya putus sekolah

Rep: Ali Yusuf/ Red: Erik Purnama Putra
Kepala Disdik Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar.
Foto: Dok Pemkot Bekasi
Kepala Disdik Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang murid yang melaporkan teman-teman seusianya tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP di Bantargebang, Kota Bekasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masalahnya, mereka tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah.

Kepala Disdik Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi video yang dibuat murid sekolah dasar (SD) tersebut. Hal itu menandakan sang siswa memiliki bentuk kepedulian kepada teman-temannya yang kurang bernasib baik hingga tak bisa mengenyam pendidikan di sekolah menengah pertama (SMP).

"Video tersebut merupakan kepedulian siswa, warga Kota Bekasi terhadap teman-temannya dan saya memberikan apresiasi kepadanya," kata Uu Saeful di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/7/2023).

Uu berharap, seluruh lulusan SD di 12 kecamatan Kota Bekasi dapat melanjutkan sekolahnya di SMP negeri maupun Swasta. Hal itu karena, mendapat pendidikan yang layak bagian dari amanah konstitusi yang perlu ditegakkan.

Menurut Uu, khusus untuk lulusan siswa SD di wilayah Bantargebang berjumlah 1.638 anak dengan persentase kelulusan 100 persen. Saat ini, terdapat 26 SD, terdiri 17 SD negeri dan sembilan swasta di Kecamatan Bantargebang.

Sementara daya tampung sekolah SD negeri berjumlah 1.083 siswa. Mereka merupakan kelas tujuh yang terdaftar di SMPN 27, 31, 49, dan 59. Hal itu masih ditambah terdapat tujuh SMP swasta yang berada di Kecamatan Bantargebang.

"Jadi kalau melihat data di atas rasanya kurang tepat apabila ada ribuan siswa tamatan SD di Bantargebang yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP," kata Uu.

Di menjelaskan, karena daya tampung SMP negeri yang terbatas, bagi siswa yang menempuh sekolah di swasta, tetap mendapat bantuan dari Pemkot Bekasi. Menurut dia, Disdik Kota Bekasi tiga program yang dapat disalurkan untuk pembiayaan pendidikan di sekolah swasta.

Di antaranya, Bantuan Operasional Sekolah Pusat (BOSP) dari APBN, serta BOSDA dan dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari APBD Kota Bekasi. Selain itu, ada beasiswa bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kepada siswa SMP swasta di Bantargebang sebesar Rp 2,4 juta per tahun.

Beasiswa itu merupakan tambahan khusus untuk siswa kurang mampu, sebagai kompensasi Pemprov DKI membuang sampah di TPST Bantargebang. "Adapun BOSP siswa dapat Rp 1.190.000 per tahun, BOSDA siswa dapat Rp 25 ribu per tahun, BSM siswa dapat Rp 150 ribu per bulan," kata Uu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement