Jumat 21 Jul 2023 08:25 WIB

Manuver Budiman Dukung Prabowo, Sama Saja Pisah Jalan dengan PDIP

PDIP sangat tegas agar kadernya tegak lurus mendukung Ganjar Pranowo.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023) malam WIB.
Foto: Republika/Febryan A
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat dari Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai konsekuensi jika politikus PDIP Budiman Sudjatmiko benar-benar mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, bisa membuat partai moncong putih meradang. Adi menyebut hal itu berarti Budiman secara sadar memilih pisah jalan dengan PDIP.

"Kalau silaturahim politik Budiman dengan Prabowo itu sebagai sebuah dukungan politik ke Prabowo misalnya, itu artinya memang Budiman memilih pisah jalan memilih tidak bersama dengan PDIP," ujar Adi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/7/2023).

Baca Juga

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengatakan, hal itu karena PDIP sangat tegas agar kadernya tegak lurus terhadap kebijakan partai. Sementara, PDIP saat ini, sudah mendeklasikan Ganjar Pranowo sebagai capres untuk Pilpres 2024.

Karena itu, Adi mengingatkan, menjadi wajib hukumnya bagi kader PDIP untuk mengikuti instruksi Megawati Soekarnoputri. "Karena bagi PDIP apapun judulnya setiap kader harus tegak lurus sami'na waata'na terhadap semua keputusan politik partainya yang wajib hukumnya mengusung Ganjar Pranowo bukan yang lain," ujarnya.

Namun demikian, Adi juga enggan terburu-buru menilai pertemuan Budiman dengan Prabowo sebagai bentuk sikap dukungan Pilpres 2024. Menurut Adi, bisa saja pertemuan hanya silaturahim biasa.

"Tetapi bagi saya secara prinsip pertemuan Budiman dengan Prabowo atau dan seterusnya itu tidak melulu bisa dikaitkan dengan dukungan politik di Pilpres ya. Karena banyak sekali pertemuan-pertemuan elite beda partai itu yang selalu dikait-kaitkan dengan dukungan politik," ujarnya.

Meskipun begitu, lanjut dia, pertemuan itu juga meninggalkan pertanyaan di benar publik terkait strategi yang sedang dilakukan segelintir elite PDIP tersebut. Apalagi, dalam pertemuan Budiman turut memuji-muji menteri pertahanan tersebut.

"Meski pertemuan biasa, tetapi pada saat yg bersamaan juga bertanya-tanya untuk apa Budiman datang ke Prabowo. Apalagi muji-muji gitu ya. Itulah yang kemudian selalu mengaitkan, jangan-jangan masih ada strategi, masih ada upaya Bagaimana menduetkan antara Prabowo dan Ganjar atau Ganjar dan Prabowo. Itu tentu menjadi konsumsi elit yang tidak semua orang bisa menangkapnya," ujar Adi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement