Kamis 13 Jul 2023 14:21 WIB

Tiga Anggota Tim Saber Pungli Berjaga di SMAN 1 Kota Bekasi

Ada satu posko PPDB yang disiagakan di SMAN 1 Bekasi.

Rep: Ali Yusuf / Red: Andri Saubani
Posko pendampingan saber pungli pada kegiatan PPDB 20023 di SMAN 1 Bekasi, Rabu (12/7/2023).
Foto: Republika/Ali Yusuf
Posko pendampingan saber pungli pada kegiatan PPDB 20023 di SMAN 1 Bekasi, Rabu (12/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- SMAN 1 Kota Bekasi menjadi sorotan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi setelah beredar kabar puluhan nama Siti Aisyah mendominasi sistem PPDB online dengan alamat yang berbeda-beda. Pantauan Republika pada Rabu (12/7/2023), ada satu posko yang disiagakan di SMAN 1 Bekasi.

Posko itu bertuliskan "Posko Pendampingan Saber Pungli Pada Kegiatan PPDB 20023 di SMAN 1 Bekasi". Namun, posko itu terlihat tak ada yang menjaga. Satu unit komputer terlihat tak ada yang mengoprasikan.

Baca Juga

Republika sempat melihat layar monitor mati tak ada gambar yang bisa dilihat. Sejak kapan komputer itu mati tak ada yang bisa menjelaskan.

Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Kusnandar mengatakan, bahwa dia sudah tiga hari diperintahkan atasanya siaga di SMAN 1 Kota Bekasi. Begitu pentingnya tugas ini, sampai ada surat perintahnya kepada dirinya untuk menjaga SMAN 1 Bekasi dari potensi praktik suap.

"Sudah tiga hari kita siaga di sini," katanya saat berbincang dengan Republika setelah bakda shalat ashar, Rabu (12/7/2024).

Ada tiga anggota yang mendapat surat perintah untuk memantau sekolah ini dari pungutan liar.

 "Saya di sini tiga orang," katanya.

Kusnandar tak menjelaskan alasan SMAN 1 Kota Bekasi harus dijaga anggota polisi. Menurutnya, hal itu tidak bisa dia yang menjelaskan, karena bukan wewenangnya. Kehadirannya di sekolah itu hanya menjalankan perintah atasan.

"Saya hanya menjalankan perintah," katanya.

Menurutnya, ada tiga sekolah di Kota Bekasi yang juga dijaga anggota polisi selama PPDB online berjalan. Sekolah itu di antaranya SMPN 1, SMPN 2 dan SMAN 1. 

"Saya tidak bisa menjelaskan kenapa diawasi. Kalau tidak ada perintah saya tidak akan ada di sini," katanya.

Setelah, berbincang dengan Republika Kusnandar kembali bekerja putar-putas ruang kelas memantau situasi.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement