Kamis 06 Jul 2023 17:36 WIB

PDIP: Juli-Agustus Bulan Penggodokan Cawapres Ganjar

Penentuan cawapres tetap menjadi kewenangan Ketum Megawati.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menanggapi peluang bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menanggapi peluang bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengamini bahwa pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) semakin dekat.

Kini, kerja sama politiknya bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hanura terus melakukan penggodokan terkait cawapres untuk Ganjar Pranowo.

Baca Juga

"Ini kan melalui dialog maka kami katakan bulan Juli, bulan Agustus ini adalah bulan penggodokan untuk menggembleng seluruh pemikiran-pemikiran itu dipadukan dan kemudian nanti September, meskipun ini kewenangan dari Bu ketum," ujar Hasto di Rumah Aspirasi, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Ia juga menanggapi pertemuan antara Ganjar dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Menurutnya, pertemuan itu menjadi bagian pendekatan personal terhadap kandidat bakal cawapres untuk Ganjar.

Sebab, Erick masuk dalam 10 kandidat bakal cawapres yang pernah disampaikan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Di samping nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

"Pendekatan-pendekatan personal itu kan juga diperlukan. Sehingga nantinya ketika dilakukan pembahasan secara bersama-sama itu istilahnya buat capresnya juga tidak kawin paksa, karena sudah mengenal," ujar Hasto.

Ia menjelaskan, banyak tokoh yang dinilai memiliki persepsi positif oleh rakyat. Nama Erick juga sempat diusulkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi pendamping Ganjar pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Pak Ganjar sudah bertemu dengan Sandiaga Uno, Pak Ganjar bertemu dengan Pak Erick, Pak Ganjar bertemu dengan Pak Mahfud MD dalam beberapa kesempatan, mengingat prestasi Pak Ganjar dalam memberantas korupsi kan sangat baik," ujar Hasto.

Kendati demikian, keputusan terkait cawapres untuk Ganjar ada di tangan ketua umum PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hanura.

"Sehingga dengan pertemuan-pertemuan itu nanti sudah connect. Tinggal mana yang akan diambil keputusan oleh para pimpinan partai, tentu saja dengan pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya strategis, termasuk aspek elektoralnya," ujar Hasto.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement