Selasa 27 Jun 2023 20:09 WIB

BPTJ Segera Uji Coba Bus Transjakarta Khusus Karyawan Bandara Soekarno-Hatta

Uji coba bus Transjakarta rute Bandara Soekarno-Hatta bisa berlangsung tiga bulan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Erik Purnama Putra
Bus Transjakarta ketika melayani penumpang dengan berhenti di kawasan Halte CSW, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2023).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Bus Transjakarta ketika melayani penumpang dengan berhenti di kawasan Halte CSW, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan (BPTJ Kemenhub) bakal melakukan uji coba rute bus Transjakarta rute Jakarta-Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada Juli 2023. Namun, BPTJ menyampaikan, uji coba hanya dikhususkan untuk karyawan bandara saja.

"Uji coba Juli, fokusnya ke karyawan bandara untuk uji coba," kata Kepala Subdirektorat Pendanaan dan Pengawasan Angkutan BPTJ Kemenhub, Ghoefron Koerniawan di Jakarta, Selasa (27/6/2023).

Dia menjelaskan, rute yang akan diujicobakan, yakni dari Halte Kalideres menuju Bandara Soekarno-Hatta. Ghoefron belum dapat dipastikan ihwal penambahan rute perjalanan Transjakarta ke bandara ke depannya.

Menurut dia, jangka waktu uji coba juga belum dipastikan. Namun, pihaknya memprediksi bisa saja membutuhkan waktu cukup lama. "Biasanya melihat permintaan tidak bisa sepekan, dua pekan, tiga pekan. Kalau angkutan. Biasanya sebulan, dua bulan, tiga bulan, nanti akan kita lihat perkembangannya," tutur Ghoefron.

Sementara untuk tarif selama uji coba, Ghoefron juga belum bisa memastikan apakah digratiskan atau tetap bayar. Menurut dia, semua kebijakan itu dikembalikan lagi kepada PT Transjakarta. Hal itu mengingat di Bandara Soekarno-Hatta, telah banyak armada lain yang sudah beroperasi melayani penumpang.

"Apakah Transjakarta mau menggratiskan, itu kebijakan pengelola, karena anggaran negara ada pertanggungjawaban. Kalau tadi kosekuensinya gratis, harus dikembalikan Transjakarta, karena ada operator lain sehingga tidak bisa sembarangan angkut orang," jelas Ghoefron.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement