Rabu 21 Jun 2023 07:10 WIB

Prakerja Gelar Konferensi Internasional Bersama UNESCO

Prakerja jadi perhatian dunia karena berhasil memberi manfaat bagi 17 juta orang.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Fuji Pratiwi
Seorang warga mengakses laman situs Prakerja di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (12/101/2022).
Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Seorang warga mengakses laman situs Prakerja di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (12/101/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja akan menyelenggarakan konferensi internasional bersama UNESCO Institute for Lifelong Learning (UIL) di Bali pada awal Juli 2023 mendatang. Konferensi ini merupakan bagian dari agenda global terkait tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Konferensi ini juga merujuk pada perhatian dunia terhadap program Kartu Prakerja Pemerintah Indonesia. Direktur Eksekutif Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, program Kartu Prakerja terbukti mendapat perhatian dunia karena kiprahnya selama ini yang berhasil memberi manfaat kepada sekitar 17 juta rakyat Indonesia.

Baca Juga

"Terutama terkait fungsinya yang memberikan kesempatan masyarakat untuk mengembangkan diri," kata Denni Puspa Purbasari, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (20/6/2023).

Denni menjelaskan, beasiswa pelatihan yang diberikan Program Kartu Prakerja merupakan program nyata yang disediakan pemerintah untuk memperkecil kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan ketersediaannya. Dengan mengikuti pelatihan, angkatan kerja Indonesia memiliki peluang yang lebih banyak untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Prakerja juga hadir di tengah disrupsi digital sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk mendapatkan pelatihan berkualitas. Denni mencatat peserta Prakerja ini tercatat dari seluruh Indonesia yang terdiri dari lebih dari 500 kota dan kabupaten.

"Dengan perkembangan teknologi digital dan kerja sama berbagai pihak terutama swasta, Prakerja membuktikan bahwa sebagian besar peserta kita adalah dari desa," kata Denni.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement