Selasa 20 Jun 2023 16:52 WIB

Cak Imin Temui Gibran di Loji Gandrung

Cak Imin tak diperbolehkan lagi membicarakan ihwal Pilpres 2024.

Rep: C02/ Red: Agus raharjo
Cak Imin bertemu dengan Gibran di Loji Gandrung, Selasa (20/6/2023).
Foto: Republika/Alfian
Cak Imin bertemu dengan Gibran di Loji Gandrung, Selasa (20/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO–Wali Kota Solo Gibran Rakabuming bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin di Loji Gandrung, Selasa (20/6/2023). Dalam pertemuan tersebut tampak Cak Imin menggunakan baju berwarna putih.

Ia hadir bersama mantan menteri tenaga kerja (Menaker), Muhammad Hanif Dhakiri menggunakan mobil Alphard hitam berpelat nomor H 237 AMI. Sesampainya di Loji Gandrung sekitar pukul 15.34 WIB Cak Imin sempat menyampaikan kepada Gibran bahwa dirinya berangkat langsung dari tempat kelahirannya di Jombang.

Baca Juga

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga sempat menanyakan kabar Gibran. "Assalamualaikum Pak Wali, sehat Pak Wali? Dari Jombang saya," kata Cak Imin di Loji Gandrung, Selasa (20/6/2023).

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar rapat pleno terkait Pemilu 2024 pada Senin (19/6/2023) pagi. Salah satu hasilnya adalah PKB memutuskan untuk "memingit" Abdul Muhaimin Iskandar yang tak diperbolehkan lagi membicarakan ihwal Pilpres 2024.

Kendati tak boleh membicarakan Pilpres 2024, PKB tetap percaya dengan komitmen Partai Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Apalagi peresmiannya dilakukan sudah sejak lama, yakni pada Agustus 2022.

"PKB tetap konsisten dan percaya kepada Partai Gerindra akan terus menjaga dukungan dan komitmen kebersamaan ini sampai Pemilu 2024, tetap menjaga kebersamaan dengan saling menghargai. Ini yang menjadi keputusan rapat tadi," ujar Ketua DPP PKB, Yusuf Chudlori di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (19/6/2023).

Namun, PKB tetap mendorong Ketua Umumnya maju dalam kontestasi nasional mendatang. Baik sebagai calon presiden (capres) ataupun calon wakil presiden (cawapres).

"Untuk tetap menjaga keputusan Muktamar Bali yang menetapkan bahwa Gus Muhaimin harus maju sebagai calon presiden atau wakil presiden. Saya tegaskan sampai hari ini DPP PKB belum ada alternatif, tetap Gus Muhaimin sebagai capres atau cawapres sesuai dengan amanat muktamar di Bali," ujar pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement