Ahad 18 Jun 2023 12:21 WIB

REI Kalbar: Kenaikan Rumah Subsidi Imbangi Harga Material dan Tanah

Sudah tiga tahun tidak ada penetapan harga rumah subsidi oleh pemerintah.

Foto udara areal komplek perumahan bersubsidi di kawasan Jalan Kecipir, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (15/7/2022). Pemerintah menaikkan kisaran harga rumah bersubsidi.
Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Foto udara areal komplek perumahan bersubsidi di kawasan Jalan Kecipir, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (15/7/2022). Pemerintah menaikkan kisaran harga rumah bersubsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Pemerintah menaikkan kisaran harga rumah bersubsidi. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini, menyambut baik kebijakan pemerintah karena itu bisa mengimbangi kenaikan harga material dan tanah.

"Setiap tahun material bangunan rumah naik dan begitu juga harga tanah. Nah, kenaikan rumah ini sudah sepatutnya untuk mengimbangi biaya produksi," ujarnya di Pontianak, Ahad (18/6/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan sejak tiga tahun terakhir tidak ada penetapan kenaikan harga rumah subsidi oleh pemerintah. Kembali, di sisi material dan tanah sendiri terus naik.

"Sebelumnya harga rumah subsidi tipe 36 untuk masyarakat berpenghasilan rendah Rp 165,5 juta. Saat ini harga penetapan baru Rp 177 juta," jelas dia.

Menurut dia, harga yang ada merupakan harga keseimbangan baru agar selain bisa menyesuaikan biaya produksi juga membuat kestabilan modal pengembang untuk terus bisa berpartisipasi membantu pemerintah menyediakan rumah subsidi.

"Modal stabil karena harga jual kondisi sekarang. Dengan demikian kami bisa terus menghadirkan rumah subsidi," papar dia.

Untuk penerapan harga rumah subsidi di Kalbar, pengembang akan melihat lagi daya beli dan melakukan penyesuaian. Artinya tidak serta merta menaikkan begitu saja. Kemudian dengan harga yang ada diminta pengembang terus meningkatkan kualitas bangunan.

"Pengembang dan penjualan tentu disesuaikan dulu. Jangan sampai semua tidak lancar,"jelas dia.

Terkait pangsa pasar rumah subsidi di 14 kabupaten atau kota du Kalbar masih didominasi Kabupaten Kubu Raya.

"Sebanyak 70 persen pasar subsidi REI Kalbar di Kubu Raya," jelas dia.

Terkait target pembuatan rumah subsidi REI Kalbar 2023 sebanyak 5107 unit. Penjualan rumah subsidi di Kalbartergantung pada harga komoditas sawit, karet dan lainnya. Jika harga tersebut baik maka juga sejalan dengan penjualan rumah.

"Untuk waktu penjualan rumah yang biasa banyak selain saat momen lebaran, natal dan masuk sekolah. Hal itu karena momen tersebut kebutuhan lainnya banyak diperlukan," papar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement