Sabtu 10 Jun 2023 07:26 WIB

Momen DPR Tegur Direktur Perusahaan China karena tak Pakai Bahasa Indonesia di Sidang

Hans mengaku membawa penerjemah, tapi berada di lantai dua ruang sidang.

Direktur Keuangan PT Obsidian Stainless Steel Hans (kiri) saat ikut RDP dengan Komisi VII, Kamis (8/6/2023).
Foto: Tangkapan Layar Youtube Komisi VII
Direktur Keuangan PT Obsidian Stainless Steel Hans (kiri) saat ikut RDP dengan Komisi VII, Kamis (8/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan  Komisi VII DPR RI menegur petinggi perusahaan smelter asal China karena tak menggunakan bahasa Indonesia dalam sidang. Padahal, sesuai aturan, peserta sidang parlemen mesti menggunakan bahasa Indonesia. 

Kejadian ini berawal dari permintaan pimpinan Komisi VII agar setiap perwakilan perusahaan smelter mengenalkan dirinya masing-masing. 

Baca Juga

Direktur Keuangan PT Obsidian Stainless Steel Hans lantas mendapat giliran itu. Saat berbicara kepada pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI, Hans mengaku tidak bisa berbahasa Indonesia. Ia memakain bahasa Inggris.

"Good morning, sorry this is Hans, Finance Director of PT Obisidian Stainless Steel. Sorry, I can't speak Bahasa Indonesia. So I just introduce commonly briefly," ujar Hans saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (8/6/2023).

Belum selesai berbicara, pimpinan Komisi VII DPR, Eddy Soeparno, menimpali. "Jangan, no need, just introduce your self, nanti we will hear your presentation," kata politikus PAN itu. 

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement