Jumat 02 Jun 2023 09:01 WIB

Demokrat: Anies dan Tim 8 ke Pacitan Finalisasi Opsi Cawapres

Setelah final, Anies tinggal mencari hari baik untuk mengumumkan kandidat cawapres.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus raharjo
Bakal Calon Presiden Anies Baswedan bersama tim 8 usai memberikan keterangan pers di Kawasan Brawijaya, Jakarta, Selasa (30/5/2023). Dalam kesempatan tersebut Anies menegaskan bahwa jajaran elit koalisi Perubahan tetap optimis dan solid menyusul penyataan Presiden Jokowi yang akan ikut membantu menangani atau cawe-cawe dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Dalam kesempatan itu juga Anies mengatakan pihaknya fokus kepada agenda dasar seperti membereskan kemiskinan, ketimpangan, menghadirkan keadilan, memastikan kesetaraan kesempatan dan membuka lapangan kerja.
Foto: Republika/Prayogi
Bakal Calon Presiden Anies Baswedan bersama tim 8 usai memberikan keterangan pers di Kawasan Brawijaya, Jakarta, Selasa (30/5/2023). Dalam kesempatan tersebut Anies menegaskan bahwa jajaran elit koalisi Perubahan tetap optimis dan solid menyusul penyataan Presiden Jokowi yang akan ikut membantu menangani atau cawe-cawe dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Dalam kesempatan itu juga Anies mengatakan pihaknya fokus kepada agenda dasar seperti membereskan kemiskinan, ketimpangan, menghadirkan keadilan, memastikan kesetaraan kesempatan dan membuka lapangan kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Rasyid Baswedan, menemui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (1/6/2023). Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut pertemuan dalam rangka finalisasi opsi cawapres untuk Anies.

Herzaky, menuturkan, Anies Baswedan dan SBY melakukan diskusi panjang. "Pak Anies dibantu Tim 8 sedang memfinalkan pilihan opsi-opsi calon pasangan," ujar Herzaky, dalam keterangan, Jumat (2/6/2023).

Baca Juga

Herzaky menegaskan, setelah final nanti mereka tinggal mencari hari baik untuk mengumumkannya. Meski begitu, dalam pertemuan itu lebih banyak dibahas hal-hal strategis, tidak secara teknis membahas waktu deklarasi.

Selain itu, Anies dan SBY membahas isu-isu terkini di Indonesia. "Terutama, banyak membahas situasi demokrasi dan ketatanegaraan yang makin memburuk," kata Herzaky.

Ia menekankan, keadaan belakangan ini semakin membulatkan tekad Koalisi Perubahan untuk Persatuan untuk melakukan akselerasi konsolidasi. Mereka membaca suasana batin rakyat yang menghendaki perbaikan di Indonesia.

Khususnya, dalam tata kelola negara, etika politik, penegakkan hukum, dan praktik korupsi yang kian mewarnai pengelolaan negara. Herzaky melihat, asas-asas kepatutan semakin ditinggalkan oleh para pemimpin.

Ia menekankan, rasa keadilan rakyat terkoyak. Semua ini menjadi agenda besar yang akan dicari solusinya ke depan. Bagian dari akselerasi, tentu saja Anies dan SBY bertukar pikiran apa-apa yang sebaiknya dilakukan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement