Senin 29 May 2023 23:25 WIB

Nelayan Banyuasin Sumsel Diajak untuk Selalu Jaga Lingkungan Perairan

Kerusakan perairan akibat pencemaran dikhawatirkan dapat mengurangi hasil tangkapan.

Komunitas Nelayan Pesisir Sumatra Selatan melakukan edukasi menjaga lingkungan perairan di sekitar Sungai Musi. Kegiatan tersebut digelar di Desa Perajin Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Foto: Dok. Web
Komunitas Nelayan Pesisir Sumatra Selatan melakukan edukasi menjaga lingkungan perairan di sekitar Sungai Musi. Kegiatan tersebut digelar di Desa Perajin Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUASIN -- Komunitas Nelayan Pesisir Sumatra Selatan melakukan edukasi menjaga lingkungan perairan di sekitar Sungai Musi. Kegiatan tersebut digelar di Desa Perajin, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. 

“Acara hari ini kami melakukan silaturahmi kepada nelayan pesisir di Desa Perajin,” kata Koordinator Wilayah KNP Sumatra Selatan Heldi Bagja, seperti dilansir pada Senin (29/5/2023). 

Baca Juga

Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat karena edukasi tentang menjaga lingkungan perairan bisa menambah wawasan dan kesadaran mereka.

Bagja mengakui lingkungan perairan di desa tersebut sudah tercemari limbah industri hingga sampah rumah tangga.

“Kami perlu edukasi masyarakat sebagai agent of control sehingga bisa mengontrol perusahaan-perusahaan yang ada di sini. Kalau perusahaan itu membuang limbah berlebihan atau tidak diolah lagi, yang dirugikan adalah masyarakat dan nelayan,” kata dia.

Kerusakan lingkungan perairan akibat pencemaran dikhawatirkan dapat mengurangi hasil tangkapan ikan dari para nelayan yang beroperasi di Sungai Musi.

Kehadiran para sukarelawan Ganjar Pranowo itu semakin disambut hangat karena mereka juga memberikan bantuan alat pancing ikan tradisional yang biasa disebut “rawai” oleh warga setempat.

Di Desa Perajin terdapat sedikitnya empat kelompok nelayan yang beranggotakan hingga sekitar 100 orang nelayan per kelompok.

Namun, hasil tangkapan ikan mereka diakui terus menurun akibat cuaca buruk, terutama hujan lebat. Selain itu, kerusakan lingkungan juga ikut memengaruhi.

Oleh karena itu, para nelayan berterima kasih kepada para sukarelawan Ganjar yang telah melakukan kegiatan edukasi dan pemberian bantuan untuk mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Komunitas Nelayan Pesisir Wilayah Sumatra Selatan telah memberikan edukasi kepada nelayan untuk menjaga lingkungan,” ujar perwakilan nelayan setempat Geni Lesmana.

Sebelumnya, KNP di Jawa Timur juga telah mengajak para nelayan di kawasan Desa Sumberanyar, Kabupaten Probolinggo, selalu menjaga ekosistem laut sekaligus memberi bantuan berupa jaring untuk menangkap ikan.

Koordinator Wilayah Komunitas Nelayan Pesisir Jawa Timur yang diwakili Koordinator Lapangan Kabupaten Probolinggo Abdul Kahar menyampaikan nelayan juga berkomitmen menjaga kebersihan partai serta pelestarian sumber dayanya.

"Apalagi Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan cukup beragam, sehingga harus selalu dijaga," ujarnya, dinukil dari Antara

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement