Senin 29 May 2023 07:21 WIB

Anas Urbaningrum: Pak SBY, tidak Elok Bikin Kecemasan dan Kegaduhan

SBY diminta tidak menakut-nakuti.

Mantan ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaninangrum membuat penyataan di twitter yang berisi meminta mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak membuat kegaduhan dan kecemasan.
Foto:

Hubungan Anas Urbaningrum dengan SBY, memanas menjelang pergantian ketua umum Partai Demokrat. Hingga saat itu akhirnya Anas masuk penjara karena kasus dugaan korupsi Hambalang. SBY saat itu dikabarkan tidak menyetujui niatan Anas untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat. Apalagi, Anas malah terpilih dalam pelaksanaan kongres.
 
Pada saat KPK mengusut perkara dugaan korupsi Anas, muncul isu bahwa penetapan Anas sebagai tersangka kasus Hambalang, merupakan bagian dari upaya penyingkiran Anas dari ketua umum Demokrat. Namun, pada akhirnya pengadilan tipikor tetap memutus Anas bersalah dan masuk penjara.
 
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan tanggapannya terkait pernyataan mantan wakil menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang menyebut bahwa pemilu akan diubah menggunakan sistem proporsional tertutup oleh Mahkamah Konstitusi. SBY menyebut, jika informasi yang disampaikan Denny Indrayana benar, putusan MK ini akan menjadi isu besar dalam dunia politik Indonesia saat ini.
 
“Pertanyaan pertama kepada MK, apakah ada kegentingan & kedaruratan sehingga sistem pemilu diganti ketika proses pemilu sudah dimulai? Ingat, DCS (Daftar Caleg Sementara) baru saja diserahkan kepada KPU,” kata SBY, Ahad (28/5).

SBY menilai, pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menyebabkan kekacauan. “Pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan ‘chaos’,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement