Senin 15 May 2023 13:12 WIB

Kampus UNM Dukung Inovasi Pendidikan di Era Digital

Inovasi pendidikan di era digital dipercaya bisa meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dosen muda kreatif dan visioner dari Program Studi Informatika Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebut inovasi dalam dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Foto: Dok. UNM
Dosen muda kreatif dan visioner dari Program Studi Informatika Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebut inovasi dalam dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inovasi dalam dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Salah satu inovasi dilakukan oleh Jordy Lasmana Putra, dosen muda kreatif dan visioner dari Program Studi Informatika Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM). Jordy mengatakan, memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

“Dalam dunia pendidikan, terutama di era digital ini, mahasiswa lebih cenderung untuk mengakses informasi melalui media sosial dari pada sumber-sumber pendidikan tradisional seperti buku dan jurnal,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (15/5/2023). 

Baca Juga

Lebih lanjut, Jordy mengatakan bahwa dengan memanfaatkan platform-platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram untuk menyampaikan materi kuliah. Hal ini dilakukan agar mahasiswa lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar.

“Tidak hanya materi kuliah saja, berbagai materi seputar tips kuliah, tips menyusun skripsi dan informasi-informasi menarik lainnya seputar dunia pendidikan,” tegasnya.

Selain membuat materi kuliah, ujarnya menyebutkan ia juga berbagi materi seputar tips kuliah, tips menyusun skripsi sampai informasi menarik seputar dunia pendidikan yang bermanfaat dengan harapan dapat membantu mahasiswa lulus tepat waktu.

“Langkah inovatif ini saya lakukan guna memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi untuk mendapat respon positif dari mahasiswa. Agar mereka merasa lebih mudah memahami materi kuliah dan lebih jauh terlibat dalam proses pembelajaran. Hal ini, sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami materi,” paparnya.

Dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, kata Jordy akan lebih mudah untuk menjangkau mahasiswa dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih efektif tidak terbatas ruang dan waktu. Selain itu, hal ini juga dapat membantu dosen untuk menjawab tantangan di era digital yang semakin kompleks.

“Pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi bukan hanya membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Inovasi ini pun didukung dengan adanya program-program pemerintah, salah satunya program Serunya Belajar hasil kerjasama antara Kemendikbudristek dan TikTok.

“Program Serunya Belajar ini bertujuan untuk membuat proses belajar menjadi seru, sekaligus menginspirasi para komunitas TikTok dalam rangka meningkatkan transformasi pendidikan di Indonesia sesuai dengan salah satu visi besar Pendidikan Indonesia Tahun 2035, yakni untuk membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul dan terus berkembang,” jelasnya.

Maka, ajak Jordy, dengan adanya transformasi pendidikan ke arah digitalisasi, ia mengajak bapak/ibu dosen agar dapat manfaatkan media sosial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Inonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement