Jumat 12 May 2023 12:48 WIB

Wapres: Covid-19 Belum Hilang, Cuma Sudah tidak Berbahaya

Kiai Ma'ruf pun bersyukur kedaruratan Covid-19 telah dicabut WHO.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
Wakil Presiden Maruf Amin.
Foto: BPMI Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia tetap waspada meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencabut status darurat Covid-19. Hal ini karena meski dicabut, Covid-19 masih ada, hanya sudah tidak berbahaya.

"Seharusnya kita tetap (waspada) karena belum hilang. Istilahnya dari WHO belum hilang sama sekali, cuma tidak berbahaya," ujar Kiai Ma'ruf dalam keterangan persnya kepada wartawan di sela kunjungan kerja ke Maluku Utara, Jumat (12/5/2023).

Baca Juga

Kiai Ma'ruf pun bersyukur kedaruratan Covid-19 telah dicabut WHO. Pemerintah Indonesia juga sudah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 2022.

"Kita sudah mencabut sebab kita sudah landai, walaupun memang kita tetap waspada," katanya.

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berkomitmen menunjukkan kewaspadaannya walaupun status PPKM telah dicabut oleh pemerintah, jauh sebelum status darurat Covid-19 dicabut oleh WHO. Salah satunya dengan tetap konsisten menggunakan masker saat berkegiatan sehari-hari.

"Saya mengapresiasi masyarakat di mana-mana, walaupun pemerintah sudah mencabut (PPKM) dan boleh tidak memakai masker, tapi masyarakat masih memakai masker. Ini patut kita, saya, apresiasi di dalam rangka menjaga diri dan menjaga orang lain,” ujarnya.

"Jadi, walaupun sudah boleh tidak memakai masker, masyarakat tetap masih pakai. Ini menurut saya harus diapresiasi,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengungkapkan bahwa menindaklanjuti pencabutan status darurat Covid-19 oleh WHO, pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memasuki masa endemi.

Dengan demikian, apabila nanti keadaan telah benar-benar memasuki endemi, seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintah dapat menjalaninya dengan baik dan aman.

"Kita sedang mempersiapkan hal-hal yang untuk di masa endemi ini. Karena mungkin sedikit demi sedikit orang sudah mulai menganggap biasa. Krena itu, fasilitas-fasilitas, obat, fasilitas-fasilitas kalau terjadi apa-apa, itu sudah kita antisipasi dan kita sudah melakukan persiapan-persiapan," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement