Rabu 10 May 2023 07:32 WIB

Rektor UMJ: AP Hasanuddin Terpancing dari Provokasi Thomas Djamaluddin

Rektor UMJ sebut AP Hasanuddin terpancing dari provokasi unggahan Thomas Djamaluddin.

Thomas Djamaluddin. Rektor UMJ sebut AP Hasanuddin terpancing dari provokasi unggahan Thomas Djamaluddin.
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Thomas Djamaluddin. Rektor UMJ sebut AP Hasanuddin terpancing dari provokasi unggahan Thomas Djamaluddin.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus ujaran kebencian yang dilakukan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin. Salah satunya Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod.

 

Baca Juga

Ma'mun mengaku diperiksa sebagai saksi pelapor karena dirinya yang pertama kali mengunggah tangkapan layar dan komentar tersangka AP Hasanuddin pada status Facebook milik Thomas Djamaluddin ke akun Twitter miliknya dan menautkan ke akun sejumlah pejabat negara hingga Mabes Polri.

"Karena posisi saya sebagai pengunggah awal di Twitter itu, ya saya sampaikan apa adanya. Saya melihat status Facebook-nya Pak Thomas, lalu ada komentar dari Mas Hasanuddin, dan ini tentu memprihatinkan juga komentar seperti itu, lalu saya buat status di Twitter," kata Ma'mun.

 

Tujuan Ma'mun mengunggah tangkapan layar berisi komentar ujaran kebencian itu karena dia menilai unggahan Thomas Djamaluddin dan komentar tersangka AP Hasanuddin merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan dan berulang.

Ma'mun pun berharap kasus tersebut tidak hanya berhenti pada AP Hasanuddin yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Karena dia menyakini komentar AP Hasanuddin tidak berdiri sendiri, tetapi diawali oleh unggahan status dari Thomas Djamaluddin.

"Saya berharap tidak berhenti di Mas Hasanuddin, karena bagi saya Mas Hasanuddin itu kan hanya karena reaksi juga terhadap status atasannya, gitu kan ya? Tentu saya memahami kalau Mas Hasanuddin yang statusnya, yang komentarnya itu provokatif. Saya kira itu juga lebih terpancing karena provokasi yang dilakukan oleh Prof Thomas," ujar Ma'mun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement