Rabu 29 Jul 2026 18:58 WIB

Serangan AS-Saudi ke Irak Tewaskan 20 Orang

Teheran menyebut serangan Saudi ke Irak pelanggaran berat hukum internasional.

Jet tempur F-15C milik Angkatan Udara AS dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan terbang bersama jet F-15SA Angkatan Udara Kerajaan Saudi selama penerbangan sorti terpadu di Kerajaan Arab Saudi, 25 Juni 2020.
Foto: 378th AEW/PA
Jet tempur F-15C milik Angkatan Udara AS dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan terbang bersama jet F-15SA Angkatan Udara Kerajaan Saudi selama penerbangan sorti terpadu di Kerajaan Arab Saudi, 25 Juni 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Serangan bersama Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi ke Irak dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan itu dilakukan dengan dalih membalas serangan kelompok milisi Irak yang didukung Iran terhadap fasilitas minyak Saudi.

Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak menyatakan bahwa serangan AS-Arab Saudi telah menewaskan sedikitnya 20 anggotanya dan melukai 32 orang lainnya dalam serangkaian serangan di tujuh provinsi. PMF menyebutkan bahwa jumlah korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring dengan dilakukannya penilaian di lapangan.

Baca Juga

Dilansir Aljazirah, serangan-serangan itu menghantam posisi PMF di provinsi Baghdad, Wasit, Nineveh, Basra, Kirkuk, Karbala, dan Diyala, demikian pernyataan kelompok payung yang diakui negara dan sebagian besar terdiri dari milisi Syiah tersebut.

Serangan itu juga menyebabkan kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi pada bangunan, kendaraan, dan peralatan militer. Patut dicatat, tak ada korban jiwa dalam serangan-serangan yang dialami Saudi belakangan.

Teheran langsung mengecam serangan AS-Arab Saudi di tujuh wilayah Irak itu. Mereka menyebutnya sebagai "agresi nyata terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah Irak".

Pihak Iran menilai serangan mematikan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan "sejalan dengan ambisi Amerika Serikat serta rezim Zionis untuk memperluas cakupan perang", demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.

photo
Asap akibat insiden di dekat kompleks Abqaiq di Arab Saudi, 27 Juli 2026. Kerusakan yang tampak pada infrastruktur kilang lainnya terlihat di bagian kiri atas. - (Sentinel-2/Copernicus)

"Seraya menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah warga Irak yang terhormat dalam serangan agresif ini, Kementerian Luar Negeri menegaskan dukungan penuh dan solidaritas Republik Islam Iran terhadap pemerintah dan rakyat Irak, serta meminta pertanggungjawaban rezim AS yang gemar berperang beserta para kaki tangannya di kawasan tersebut atas konsekuensi berbahaya dari tindakan kriminal, tidak manusiawi, dan provokatif ini," tambahnya.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi sebelumnya menyatakan bahwa angkatan bersenjatanya, bekerja sama dengan Komando Pusat AS (CENTCOM), telah melancarkan serangan terhadap sasaran milisi yang didukung Iran di Irak. Serangan ini disebut sebagai balasan serangan pesawat nirawak terhadap fasilitas perminyakan Saudi.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi