Kamis 04 May 2023 12:37 WIB

Belanda dan RI Kerja Sama Kembangkan Ekonomi Hijau

Perusahaan Belanda berkolaborasi dengan Pertamina untuk ekonomi hijau.

Ilustrasi kampanye ekonomi hijau.
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi kampanye ekonomi hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns menegaskan dukungannya untuk kerja sama dalam pengembangan ekonomi hijau di Indonesia dan pembangunan berkelanjutan.

"Terkait ekonomi hijau, kami akan memperkuat kerja sama yang kini terjalin dengan Indonesia, contohnya dengan menyatukan upaya untuk memacu transisi energi," kata Grijns dalam sambutan yang disampaikan saat peringatan Hari Raja atau Koningsdag, yang diselenggarakan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Rabu (3/5) malam.

Baca Juga

Dubes Grijns menyebutkan sebuah kerja sama telah terjalin antara sebuah perusahaan Belanda dengan Pertamina untuk membina pabrik panel surya film tipis (thin-film solar panel) pertama di Indonesia.

Selain itu, dia menegaskan bahwa Belanda juga akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan perusahaan lain di Indonesia untuk mengembangkan ekonomi hijau dan energi terbarukan.

Ia turut menambahkan bahwa tahun ini, Indonesia akan kedatangan banyak industri dan investasi asing yang akan membantu pengembangan energi terbarukan.

Selain itu, Grijns menyatakan bahwa tema jamuan malam yang digelar dalam rangka perayaan hari ulang tahun Raja Willem-Alexander tersebut adalah ?Orange goes green?, yang merupakan penegasan atas komitmen Belanda, yang identik dengan warna oranye dan kini dipimpin Dinasti Orange-Nassau, terhadap pembangunan hijau yang berkelanjutan.

Pihaknya akan senantiasa mendukung solusi kreatif yang ramah lingkungan dan akan berkomitmen mewujudkan hal tersebut, katanya. Dia juga menyebutkan bahwa acara jamuan tersebut sudah dirancang lebih ramah lingkungan.

"Apabila Anda berjalan-jalan di bawah, tempat kami menyelenggarakan jamuan, Anda tidak akan menemukan piring, alat makanan, ataupun gelas plastik. Selain itu, dekorasi yang kami gunakan berasal dari bahan bekas, dan sebagian besar adalah material daur ulang," ungkapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement