Jumat 14 Apr 2023 13:49 WIB

Masyarakat Diimbau Hindari Puncak Arus Mudik dan Arus Balik

Tanggal cuti bersama dimajukan supaya masyarakat dapat mudik lebih awal.

webinar GenPosting (Generasi Positive Thinking) bertemakan Mudik Aman Berkesan yang dihelat Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Foto: Dok Kementerian Kominfo
webinar GenPosting (Generasi Positive Thinking) bertemakan Mudik Aman Berkesan yang dihelat Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat diimbau untuk menghindari puncak arus mudik pada saat pulang ke kampung halaman pada momen lebaran nanti. Begitupun pada saat kembali usai berlebaran, diminta untuk menghindari puncak arus balik. 

Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Media Massa, Thontowi Djauhari, menyampaikan diperkirakan bakal ada 123,8 juta penduduk Indonesia yang akan melakukan mudik. Jumlahnya naik 44,79 persen dari tahun lalu. 

"Sekitar 75 persen dari pemudik ini menggunakan moda transportasi darat dengan mobil pribadi, sepeda motor, ataupun bus," ujarnya dalam webinar GenPosting (Generasi Positive Thinking) bertemakan 'Mudik Aman Berkesan' yang dihelat Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Masyarakat hendaknya menggunakan informasi yang disediakan pemerintah sehingga arus mudik tidak menimbulkan kepadatan dan menjadikan perjalanan mudik aman dan berkesan," kata dia menambahkan.

 

Mudik aman dan berkesan menjadi jargon mudik tahun ini. Untuk mengantisipasi tingginya arus mudik, Kemenhub bersama stakeholder telah menyiapkan pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan pada lebaran 2023. Seperti penambahan moda transportasi, pengaturan penyeberangan dan delaying system di Pelabuhan Merak dan Ciwandan, rekayasa lalu lintas di ruas jalan tol, hingga pembatasan kendaraan logistik.

“Untuk mengurangi pemudik yang naik motor, kami juga menyediakan 3 program mudik gratis yang disediakan oleh Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perkeretaapian, dan Ditjen Perhubungan Laut, yang sudah ditunggu sebelum lebaran. Total kapasitas mudik gratis yang disediakan adalah 80.792 penumpang dan 16.340 sepeda motor,” ungkap Thontowi memaparkan.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary, mengatakan acara ini dihelat sebagai upaya pemerintah memastikan perjalanan masyarakat selama mudik lebaran dapat terlaksana dengan aman dan berkesan. Untuk kelangsungan proses mudik, pemerintah melakukan perubahan tanggal cuti bersama. 

"Tanggal itu dimajukan menjadi 19–25 April 2023, supaya masyarakat dapat melaksanakan mudik lebih awal guna mencegah penumpukan di arus mudik maupun arus balik," kata Septriana. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement