Rabu 08 Mar 2023 14:32 WIB

Gubernur Tokyo Apresiasi Keberhasilan Pembangunan Jabar

Gubernur Ridwan Kamil mendapatkan banyak sambutan hangat dari pejabat di Tokyo

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bertemu dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike dalam kunjungan luar negerinya ke Jepang. (ilustrasi).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bertemu dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike dalam kunjungan luar negerinya ke Jepang. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bertemu dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike dalam kunjungan luar negerinya ke Jepang. Dalam pertemuan itu, Gubernur Ridwan Kamil mendapatkan banyak sambutan hangat dari pejabat di Tokyo yang menyatakan kekagumannya karena telah berhasil membangun Jabar.

Gubernur Koike terkesan dengan tingkat pertumbuhan yang ada di Jabar saat ini. Serta, berhasil melewati masalah pandemi Covid-19 dengan sangat baik.

Baca Juga

Dalam pertemuan Ridwan Kamil tersebut mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jabar sangat tinggi mencapai di atas 5,5 persen per tahunnya. "Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jabar 5,5 persen, pertumbuhan ekonomi sedang bagus-bagusnya dan tertinggi se-Indonesia dalam lima tahun berturut-turut," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Rabu (8/3/2023).

Pada triwulan III/2022 perekonomian Jawa Barat mencatatkan pertumbuhan yang impresif sebesar 6,07 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang juga tumbuh tinggi sebesar 5,68 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut tercatat paling tinggi di Jawa, dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,72 persen (yoy).

 

Secara triwulanan, ekonomi Jawa Barat juga tercatat berhasil tumbuh positif sebesar 1,17 persen (qtq), meskipun sedikit termoderasi apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,72 persen (qtq).

Di Jawa Barat, kata Emil, saat ini  jumlah investasi yang masuk sedikitnya mencapai Rp 175 triliun. Tertinggi dari bidang manufaktur dengan tingkat pertumbuhan bisnis sedikitnya 4 persen year on year. Investor yang datang ke Jabar paling banyak berasal dari  Tiongkok, kemudian Korea dan Jepang di nomor tiga.

"Kita berharap Jepang akan menjadi investor terbesar nantinya dalam waktu mendatang karena persahabatan kita sangat baik dengan Jepang hingga saat ini," katanya.

Data BPS mencatat  jumlah pengangguran di Jawa Barat menurun 2,15 persen atau setara dengan 400 ribu jiwa dari 2,53 juta jiwa pada Agustus 2020 menjadi 2,13 juta jiwa pada Agustus 2022.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement