Jumat 03 Mar 2023 23:23 WIB

Polda Metro Jaya Dirikan Posko Kebakaran Pipa Pertamina Plumpang

Pihak kepolisian masih belum memberikan informasi terbaru terkait jumlah korban.

Rep: Ali Mansur/ Red: Gita Amanda
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api akibat pipa bensin di area Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang yang terbakar di Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023) malam.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api akibat pipa bensin di area Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang yang terbakar di Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mendirikan posko untuk korban terdampak kebakaran pipa Pertamina di Jalan Tanah Merah Bawah RT 12 RW 9, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja Jakarta Utara. Namun pihak kepolisian masih belum memberikan informasi terbaru terkait jumlah korban.

"Kita buat posko disini sama-sama untuk memberikan pertolongan, untuk konsolidasi personel," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Jakarta, Jumat (3/3/2023).

Baca Juga

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto menyatakan seluruh stokeholder tengah bekerja mengevaluasi para korban. Untuk data korban pihaknya masih terus melakukan pembaharuan dari pihak rumah sakit.

"Seluruh stokeholder sedang melaksanakan kegiatan baik dari bazarnas, Polres, Polda, BPBD semua sedang evakuasi dari dalam," ungkap Untung.

Sebelumnya, sebanyak tiga orang yang belum diketahui identitasnya dinyatakan tewas, dan 10 orang dilarikan ke Instansi Gawat Darurat (IGD) RS Koja. "Korban meninggal satu wanita, dua laki-laki," Humas Gulkarmat Mulat Wijayanto, dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, humas Rumah Sakit Koja Jakarta Utara, Dewi Fitriani menyebut sebanyak 10 orang dilarikan ke IGD. Namun demikian, dia belum memastikan kondisi kesepuluh korban tersebut. Namun memastikan untuk mengerahkan ambulans untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Saat ini terdata dari jaga utama 10 korban, yang sudah masuk IGD koja. kami akan memberikan info selanjutnya," ungkap Dewi Fitriani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement