Kamis 02 Mar 2023 12:26 WIB

Peringkat Tiga Rawan Bencana, Jokowi Tekankan Pentingnya Peringatan Dini

Sistem peringatan dini bencana di Indonesia saat ini masih sering terlambat.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha
Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Dalam Pagar Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (27/2/2023). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pentingnya menata kembali sistem peringatan dini bencana di Indonesia.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Dalam Pagar Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (27/2/2023). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pentingnya menata kembali sistem peringatan dini bencana di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pentingnya menata kembali sistem peringatan dini bencana di Indonesia. Menurut dia, sistem peringatan dini bencana di Indonesia saat ini masih sering terlambat.

Padahal Indonesia saat ini menempati tiga teratas negara paling rawan bencana di dunia. Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana, Jakarta, Kamis (2/3/2023).

Baca Juga

“Yang pertama penting itu peringatan dini. Ini sering masih kita terlambat. peringatan dini,” ujar Jokowi.

Ia menekankan, kesiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci baik dalam tahap prabencana, tanggap darurat, maupun pascabencana. Namun Jokowi menilai selama ini Indonesia masih fokus pada tahap tanggap darurat ketika terjadi bencana. Padahal, kata dia, tahap prabencana justru dinilai jauh lebih penting.

“Bagaimana menyiapkan masyarakat, bagaimana mengedukasi masyarakat, bagaimana memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk langkah-langkah antisipasi itu harus jadi prioritas untuk menimalisasi korban maupun kerugian,” jelas Jokowi.

Selain itu, Jokowi meminta pemerintah agar mengedukasi masyarakat dan juga menyiapkan skenario mengantisipasi terjadinya bencana.

“Kalau pas terjadi misalnya gunung berapi larinya ke mana, kalau pas ada gempa bumi larinya ke mana. Seperti ini secara detail yang sering kita abai. Pas ada bencananya kita pontang panting, begitu sudah rampung ya rampung. Lupa bahwa yang namanya pra bencana itu penting,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement